Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus — Penyakit hepatitis akut misterius tengah menyebar di sejumlah daerah di Indonesia. Mungkinkan penyakit ini bisa menjadi pandemi seperti Covid-19?

Kasus hepatitis akut pun telah meningkat dalam beberapa hari terakhir.

Dikutip dari Tirto.id, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan bahwa sampai Kamis (16/6/2022) terdapat 28 kasus suspek (dugaan) hepatitis akut misterius terhadap anak Indonesia.

Jumlah ini meningkat tiga kasus dari laporan pada 9 Juni 2022. Dari 28 kasus tersebut, terdapat 13 probable dan 15 pending classification.

Kemenkes juga melaporkan adanya enam anak meninggal dengan empat probable dan dua pending classification.

Selain itu, pasien yang masih dirawat sebanyak tujuh orang dengan satu probable dan enam pending classification. Pasien sembuh tercatat ada 12 kasus dengan delapan probable, empat pending classification, serta tiga anak pulang paksa dengan status pending classification.

Sementara Direktur Utama RS Mardi Rahayu Kudus dr Pujianto mengatakan, masyarakat tidak perlu takut berlebih terhadap hepatitis misterius. Meski demikian pihaknya meminta masyarakat untuk tetap waspada.

”Tidak perlu panik. Pertama itu harus tenang. WHO (Organisasi kesehatan dunia, red) saat awal munculnya hepatitis misterius juga menyampaikan belum tentu jadi pandemi," katanya, Sabtu (18/6/2022).

Baca: Kemenkes Ungkap Terdapat 25 Kasus Indikasi Hepatitis Akut Misterius di Indonesia
Baca: Kemenkes Ungkap Terdapat 25 Kasus Indikasi Hepatitis Akut Misterius di IndonesiaDokter Pujianto mengatakan, penularan hepatitis misterius melalui tranfusi darah, seks, ASI, dan makanan yang tidak bersih.”Kalau makan makanan yang bersih kan artinya kecil kemungkinan untuk terkena hepatitis misterius. Apalagi penularannya kan seperti yang saya sebut tadi. Selagi hal itu dihindari kan aman. Artinya, kecil kemungkinan untuk menjadi pandemi," terangnya.Gejala lainnya yang perlu diwaspadai yakni mual, diare, demam, kuning, dan tinja yang berwarna pucat. Jika ditemui gejala tersebut, dokter Pujianto meminta segera berobat.”Kalau yang belum ada gejala, pencegahannya dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat," ujarnya.Pola hidup sehat itu dilakukan dengan cara mengonsumsi makanan yang bersih dan matang, membedakan peralatan makanan dengan orang lain, dan menjaga kebersihan lingkungan.”Kurangi berkerumun dan tetap memakai masker itu bentuk pencegahan juga," imbuhnya. Reporter: Vega Ma'arijil UlaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler