Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Kudus — Kalangan DPRD Kudus mengimbau agar Pemkab Kudus tak menyepelekan penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK). Terlebih, saat ini sudah ada ratusan ternak yang suspek, dan sebelas di antaranya positif PMK.
Anggota Komisi B DPRD Kudus yang juga Ketua Fraksi PDI Perjuangan Achmad Yusuf Roni mengatakan, mendesak Pemkab Kudus berupaya mencegah penyebaran PMK.
”Kami meminta pemkab untuk tidak meremehkan. Karena kalau nanti meremehkan bisa berdampak buruk," katanya, Sabtu (18/6/2022).
Menurutnya, Pemkab Kudus harus berkaca dari Covid-19. Pihaknya berharap agar PMK tidak meledak seperti kasus Covid-19 di Kudus tahun lalu.
”PMK ini memang tidak berdampak ke manusia. Tetapi dampak ke peternaknya sangat luas. Pasti harga daging akan terpengaruh. Peternak juga bisa merugi kalau harga ternaknya jatuh. Efeknya luas, kasihan peternak," ujarnya.
Baca: Tangani PMK, Kudus Belum Bisa Pakai Dana Tak Terduga
Dia juga berharap Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kabupaten Kudus terus melakukan edukasi ke peternak. Sehingga peternak tahu yang harus dilakukan ketika hewan ternak terpapar PMK.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Ahmad Yusuf Roni, Anggota DPRD Kudus. (Murianews)[/caption]
MURIANEWS, Kudus — Kalangan DPRD Kudus mengimbau agar Pemkab Kudus tak menyepelekan penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK). Terlebih, saat ini sudah ada ratusan ternak yang suspek, dan sebelas di antaranya positif PMK.
Anggota Komisi B DPRD Kudus yang juga Ketua Fraksi PDI Perjuangan Achmad Yusuf Roni mengatakan, mendesak Pemkab Kudus berupaya mencegah penyebaran PMK.
”Kami meminta pemkab untuk tidak meremehkan. Karena kalau nanti meremehkan bisa berdampak buruk," katanya, Sabtu (18/6/2022).
Menurutnya, Pemkab Kudus harus berkaca dari Covid-19. Pihaknya berharap agar PMK tidak meledak seperti kasus Covid-19 di Kudus tahun lalu.
”PMK ini memang tidak berdampak ke manusia. Tetapi dampak ke peternaknya sangat luas. Pasti harga daging akan terpengaruh. Peternak juga bisa merugi kalau harga ternaknya jatuh. Efeknya luas, kasihan peternak," ujarnya.
Baca: