Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus — Kalangan DPRD Kudus mengimbau agar Pemkab Kudus tak menyepelekan penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK). Terlebih, saat ini sudah ada ratusan ternak yang suspek, dan sebelas di antaranya positif PMK.

Anggota Komisi B DPRD Kudus yang juga Ketua Fraksi PDI Perjuangan Achmad Yusuf Roni mengatakan, mendesak Pemkab Kudus berupaya mencegah penyebaran PMK.

”Kami meminta pemkab untuk tidak meremehkan. Karena kalau nanti meremehkan bisa berdampak buruk," katanya, Sabtu (18/6/2022).

Menurutnya, Pemkab Kudus harus berkaca dari Covid-19. Pihaknya berharap agar PMK tidak meledak seperti kasus Covid-19 di Kudus tahun lalu.

”PMK ini memang tidak berdampak ke manusia. Tetapi dampak ke peternaknya sangat luas. Pasti harga daging akan terpengaruh. Peternak juga bisa merugi kalau harga ternaknya jatuh. Efeknya luas, kasihan peternak," ujarnya.

Baca: Tangani PMK, Kudus Belum Bisa Pakai Dana Tak Terduga

Dia juga berharap Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kabupaten Kudus terus melakukan edukasi ke peternak. Sehingga peternak tahu yang harus dilakukan ketika hewan ternak terpapar PMK.

Diketahui, harga daging kerbau di beberapa pasar tradisional di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah mulai melonjak.Harga yang semula Rp 132 ribu per kilogram, kini naik menjadi Rp 150 per kilogram. Kenaikan harga daging kerbau itu diperkirakan karena wabah PMK.Sementara itu, Dari data yang dihimpun Murianews, per Sabtu (18/6/2022) ada 367 ternak yang mengalami gejala klinis atau suspek PMK. Jumlah tersebut terjadi di 23 desa di Kabupaten Kudus.Baca: Dewan Minta Kudus Segera Diberi Alokasi Vaksin PMKSebanyak 209 di antaranya dinyatakan sembuh. Kemudian, 14 hewan ternak telah dipotong paksa.Sedangkan yang dinyatakan positif ada sebelas hewan ternak. Sedangkan untuk ketersediaan dokter hewan di Kudus saat ini hanya ada dua orang.Reporter: Vega Ma'arijil UlaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler