Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus — Tiga warga Kabupaten Kudus, Jawa Tengah diketahui terjangkit penyakit raja singa atau sifilis. Hal ini diketahui dari hasil skirining kesehatan yang dilakukan Puskesmas Ngembal Kulon, Kudus, Minggi (19/6/2022) kemarin.

Raja singa merupakan penyakit menular akibat infeksi bakteri treponema pallidum yang biasanya menyebar melalui hubungan seksual. Bakteri penyebab sifilis juga bisa menyebar melalui melalui kontak fisik dengan luka di tubuh penderita.

Kepala Puskesmas Ngembal Kulon, Kamal Agus Efendi mengatakan, skrining kesehatan itu memang untuk mendeteksi tiga penyakit menular yakni HIV/AIDS, hepatitis, dan sifilis.

Dari 49 orang yang mengikuti skrining itu, ada tiga orang yang terdeteksi terjangkit sifilis. Sedangkan satu orang terjangkit hepatitis B, dan nol kasus untuk HIV/AIDS.

”Tindak lanjut kami melalukan tracking (pelacakan, red) dan tracing (penelusuran, red). Karena penyakit sifilis itu menular," katanya, Senin (20/6/2022).

Baca: Ini Daftar Lengkap Jenis Penyakit yang Ditanggung BPJS Kesehatan, Catat ya

Ketiga orang yang terkena penyakit raja singa itu terdiri perempuan dan laki-laki. Namun, pihaknya tidak bisa memberikan penjelasan detail demi privasi ketiga warga tersebut.
Ketiga orang yang terkena penyakit raja singa itu terdiri perempuan dan laki-laki. Namun, pihaknya tidak bisa memberikan penjelasan detail demi privasi ketiga warga tersebut.Tracking dan tracing itu, menurut Kamal akan dilakukan terlebih dahulu ke pihak keluarga. Pihaknya juga akan memberikan edukasi.”Selain pasiennya, suami atau istri pasien juga kami berikan edukasi," sambungnya.Dia menyebutkan, tracking dan tracing dirasa efektif. Karena dapat mengetahui apakah orang di sekitarnya juga terjangkit sifilis.”Kami juga menyarankan untuk berobat. Mereka juga harus tahu kalau sifilis dibiarkan akan memberikan dampak yang semakin buruk," imbuhnya. Reporter: Vega Ma'arijil UlaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler