Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Pemerintah memulai sosialisasi penggunaan minyak goreng curah menggunakan aplikasi PeduliLindungi sejak Senin (27/6/2022). Kalangan DPRD Kudus menganggap kebijakan itu akan menemui banyak kendala.

Anggota Komisi B DPRD Kudus Achmad Yusuf Roni mengatakan, kebijakan tersebut harus dikaji kembali. Sebab, menurutnya akan ada kendala yang dialami oleh masyarakat.

”Akan ada kendala, seperti yang belum punya HP pasti kesulitan," katanya, Jumat (1/7/2022).

Menurutnya, jika penggunaan PeduliLindungi bertujuan agar dapat memantau pembelian minyak goreng curah hal itu dirasa berlebihan. Sebab, dia berpendapat, pembeli minyak goreng curah mayoritas hanya masyarakat menengah ke bawah.

”Menurut saya minyak goreng curah pangsa pasarnya sudah jelas didominasi masyarakat menengah. Jadi tidak mungkin ada penimbunan. Mereka beli karena memang butuh. Bukan untuk menimbun," sambungnya.

Baca: Bulan Depan, Beli Minyak Goreng Curah Harus Pakai NIK atau PeduliLindungi

Oleh sebab itu, Yusuf berpendapat masyarakat tidak perlu dipersulit ketika hendak membeli minyak goreng curah. Pihaknya menilai penggunaan PeduliLindungi untuk pembelian minyak goreng curah belum urgen.”Saya melihatnya belum urgen. Kalangan pembelinya juga sudah jelas. Jadi kenapa harus dipersulit," ujarnya.Pihaknya berharap kebijakan ini dapat dikaji kembali. Sehingga tidak mempersulit rakyat.”Menurut saya pemerintah pusat lebih baik fokus untuk persoalan pendistribusian minyak goreng curah saja. Selain itu pemerintah harus bisa menjaga ketersediaan stok," imbuhnya. Reporter: Vega Ma'arijil UlaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler