Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Pelaksanaan Iduladha di Indonesia terjadi perbedaan. Pemerintah menerapkan Iduladha pada 10 Juli 2022, sementara Muhammadiyah sehari lebih dulu yakni pada 9 Juli.

Terkait hal ini, Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Jateng mengimbau perbedaan pelaksanaan Iduladha tidak perlu diperdebatkan. Karena yang lebih penting yakni mengamalkan pelaksanaan Iduladha sehingga memperoleh pahala.

Ketua PW Muhammadiyah Jawa Tengah KH Tafsir mengatakan, perbedaan pelaksanaan Iduladha bukanlah kali pertama terjadi di Indonesia. Menurut dia Muhammadiyah bukan bermaksud tampil beda.

”Kami inginnya pelaksanaannya bersamaan. Tetapi belum bisa, karena penentuan 1 Zulhijahnya ada perbedaan," katanya, Senin (4/7/2022).

Baca: Pemerintah dan Muhammadiyah Beda Tanggal Iduladha, MUI Beri Imbauan

Meski terdapat perbedaan pelaksanaan Iduladha, Tafsir menyebut masyarakat tidak perlu kebingungan. Dia mempersilahkan masyarakat mengikuti keyakinannya.

”Silahkan kalau mau mengikuti yang tanggal 9 Juli. Bagi yang mau melaksanakan di tanggal 10 Juli juga silahkan. Di dalam agama melaksanakan salat Iduladha kan juga dapat pahala," sambungnya.

Menurutnya, perbedaan pelaksanaan Iduladha hanya ada pada perbedaan pemahaman fiqih yang relatif. Namun, bagi yang mengamalkan salat Iduladha tetap mendapatkan pahala.”Hal seperti ini kan yang tahu mutlaknya hanya Allah. Maka dari itu masyarakat tidak perlu bingung mau melaksanakan Iduladha di tanggal 9 Juli atau 10 Juli," sambungnya.Baca: Kemenag Beri Penjelasan Beda Iduladha di Indonesia dan Arab SaudiPihaknya juga meminta masyarakat tidak saling menyalahkan. Karena hal semacam ini hanya beda soal penafsiran.”Hanya Allah yang tahu. Karena kita hanya menafsirkan. Yang benar-benar mutlak itu Iduladha setiap 10 Zulhijah," pungkasnya. Reporter: Vega Ma'arijil UlaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler