Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kabupaten Kudus, Jawa Tengah melaksanakan kegiatan pendataan ubinan demplot padi, Selasa (19/7/2022). Kegiatan tersebut untuk mengetahui jumlah produktivitas padi di lahan tersebut.

Kegiatan pendataan ubinan demplot padi tersebut dilaksanakan di Desa Tenggeles, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Lahan yang didata merupakan milik Poktan (kelompok tani) Makmur.

Baca: Cabuli Delapan Santri, Guru TPQ di Kudus Divonis 18 Tahun

Diketahui, ubinan merupakan kegiatan pengambilan sampel panen di lokasi hamparan sawah dengan luas 2,5 meter x 2,5 meter. Tujuannya untuk menghitung produktivitas padi di lahan tersebut.

”Supaya tahu produktivitas padi di lahan tersebut berapa. Ketika nanti ada penebas yang mau beli ke petani, pihak petani tidak dibohongi oleh penebas. Sehingga petani tidak dirugikan," kata Sub Koordinator Tanaman Pangan Dispertan, Kudus, Arin Nikmah, Selasa (19/7/2022).
”Supaya tahu produktivitas padi di lahan tersebut berapa. Ketika nanti ada penebas yang mau beli ke petani, pihak petani tidak dibohongi oleh penebas. Sehingga petani tidak dirugikan," kata Sub Koordinator Tanaman Pangan Dispertan, Kudus, Arin Nikmah, Selasa (19/7/2022).Arin melanjutkan, penghitungan dari ubinan tersebut dapat digunakan pedoman bagi petani ketika hendak menjual padi ke penebas. Sehingga penentuan harganya tidak asal-asalan.”Untuk lahan ini tadi sudah kami hitung hasilnya ada 3,5 Kilogram padi per 2,5 meter. Hitungan per hektar berarti 5,5 ton. Dengan adanya penghitungan ubinan ini kan petani tahu hasil prodiksi lahannya," imbuhnya. Reporter: Vega Ma'arijil UlaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler