Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Limbah kayu jati menjadi barang bernilai di tangan perajin kayu di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Dari limbah kayu tersebut tercipta miniatur rumah adat joglo dan miniatur pendapa kabupaten.

Perajin kayu itu bernama Eko Nor Haris. Dia berdomisili di Dukuh Winong, RT 06, RW 06, Desa Kaliwungu, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.

Eko-sapaan akrabnya itu terampil membuat miniatur. Berbagai miniatur dibuatnya dari limbah kayu jati.

Berbagai miniatur telah dibuatnya. Seperti miniatur rumah adat joglo, miniatur gazebo, miniatur pendapa kabupaten, dan berbagai miniatur lainnya.

Kisahnya membuat miniatur dimulai sekitar tahun 2016 silam. Saat itu dia sedang menggarap rumah adat sungguhan.

[caption id="attachment_303937" align="alignleft" width="1280"] Eko Nor Haris mengerjakan miniatur rumah adat joglo di tempat kerjanya. (Murianews/Vega Ma'arijil Ula)[/caption]

Dari situlah muncul ide untuk merancang rumah adat joglo dalam bentuk mini. Tujuannya untuk memberi contoh bagi konsumennya ketika ada yang meminta dibuatkan rumah adat joglo.

”Kalau memberi contoh hanya lewat foto kan kurang detail. Jadi, miniatur ini bisa digunakan sebagai contoh ketika ada yang ingin dibuatkan rumah adat joglo sungguhan. Tetapi kalau ada yang ingin dibuatkan dalam bentuk miniatur, saya juga bisa buatkan," katanya, Sabtu (23/7/2022).

Baca: Menengok Rumah Joglo Pencu Berusia 400 Tahun yang Masih Ditinggali Satu Keluarga di Kudus
Baca: Menengok Rumah Joglo Pencu Berusia 400 Tahun yang Masih Ditinggali Satu Keluarga di KudusBahkan, pihaknya sudah lihai menunjukan berbagai sudut miniatur rumah ada joglo tersebut. Mulai dari soko papat, tumpang songo, gebyok ukir, kere, tiang lanang atau tiang perempuan dan bagian lainnya.Dia membeberkan harga miniatur di tempatnya. Miniatur rumah adat joglo dijual mulai harga Rp 10 juta sampai Rp 20 juta. Nominal tersebut bergantung ukuran, seperti skala 1:20, 1:25, dan skala lainnya.”Kalau miniatur pendapa dimulai dari harga Rp 2 juta. Kalau miniatur gazebo dimulai dari harga Rp 1,5 juta," sambungnya.Satu miniatur rumah joglo tersebut mampu diselesaikan oleh Eko dalam waktu satu hingga dua bulan. Menariknya, miniatur rumah adat joglo buatannya itu bisa dibongkar-pasang.”Miniatur ini bisa di-knock down (bongkar pasang, red). Memang sengaja saya buat seperti itu karena supaya mirip aslinya," ujarnya.Sejauh ini peminat miniatur rumah adat joglo di tempatnya berasal dari beberapa desa di Kabupaten Kudus. Selain membuat miniatur, pihaknya juga membuat meja, kursi, dan lemari. Reporter: Vega Ma'arijil UlaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler