Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Penamaan nama desa di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah berkaitan dengan sejarah di desa tersebut. Bagaimana sejarah nama-nama desa di Kudus tersebut?

Murianews merangkum nama-nama desa dan kelurahan di Kudus yang memliki makna sejarah. Di antaranya Desa Demaan, Desa Langgardalem, Desa Kauman, Kelurahan Kajeksan, Desa Demangan, dan Desa Padureksan.

Kemudian ada nama Desa Janggalan, Desa Sunggingan, Desa Barongan, dan Desa Nganguk.

Dilansir dari buku berjudul Kudus Selayang Pandang karya Solichin Salam, beberapa sejarah desa di Kudus tersebut dijelaskan. Penjelasan tersebut terdapat di halaman 75.

Baca: Awas Keliru! Nama Desa-Desa di Kudus Ini Hampir Mirip

Penamaan Desa Demaan. Dari buku yang ditulis Solichin Salam, dahulunya daerah tersebut merupakan tempat tinggal pejabat dari Demak.

Kemudian Desa Langgardalem dijelaskan dahulunya merupakan kampung tempat kediaman Sunan Kudus. Hal senada juga disampaikan oleh Sejarawan Kudus, Edy Supratno.

”Langgardalem dikaitkan dengan langgarnya (suaraunya, red) Sunan Kudus," katanya, Senin (25/7/2022).

Kemudian, penamaan Desa Kauman pada buku karya Solichin Salam dahulunya merupakan tempat ulama dan kaum agama. Biasanya tempat tinggal ulama dekat dengan masjid.

Lalu, kelurahan Kajeksan tertulis di buku tersebut merupakan tempat bermukimnya seorang jaksa.

Kemudian ada nama Desa Demangan. Desa Demangan diambil dari kata Demang. Demang merupakan jabatan yang diemban seseorang yang bertugas sebagai pembantu bupati.

Baca: Kode Pos Desa di Kecamatan Kota, Bae dan Gebog Kudus: Cek di Sini

Lalu ada nama Desa Padureksan. Desa Padureksan tertulis di buku tersebut sebagai tempat yang dahulunya digunakan oleh Sunan Kudus untuk menyelesaikan pertikaian (padu, red).
Lalu ada nama Desa Padureksan. Desa Padureksan tertulis di buku tersebut sebagai tempat yang dahulunya digunakan oleh Sunan Kudus untuk menyelesaikan pertikaian (padu, red).Berlanjut, penamaan Desa Janggalan dahulunya merupakan tempat tinggal mbah Jenggala. Mbah Jenggala atau Jenggolo merupakan murid dari Sunan Kudus.”Janggalan diambil dari nama Mbah Jenggolo. Mbah Jenggolo merupakan murid dari Sunan Kudus," kata Sejarawan asal Kudus, Agus Susanto, Senin (25/7/2022).Kemudian ada Desa Sunggingan. Dijelaskan pada buku tersebut Sunggingan merupakan pemukiman dari penyungging (pengukir, red).Lalu, ada Desa Barongan yang menurut buku tersebut merupakan tempat Barong. Di halaman 76, dijelaskan pula asal penamaan Desa Nganguk.Baca: Sejarah Desa Barongan Kudus Lekat dengan Kiai BarongSelain itu, terdapat juga nama dukuh dan nama tempat yang memiliki makna sejarah. Sebut saja Dukuh Jagalan (Desa Langgardalem), Dukuh Sayangan (Kelurahan Kerjasan) dan Pekojan (sepanjang Jalan Sunan Kudus di sepanjang City Walk).Dukuh Jagalan di Desa Langgardalem dijelaskan di buku tersebut sebagai tempat jagal. Tempat jagal merupakan tempat pemotongan hewan.”Jagalan itu dahulu sebagai tempat orang menyembelih hewan. Dukuh Jagalan ini berada di Desa Langgardalem," kata Agus Susanto.Sedangkan Dukuh Sayangan di Kelurahan Kerjasan merupakan daerah pemukiman yang dihuni oleh para pandai logam.Kemudian ada Pekojan. Pekojan dahulunya merupakan pemukiman untuk orang-orang Koja (India). Reporter: Vega Ma'arijil UlaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler