Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Sebanyak 152 pegawai di Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus, Jawa Tengah mulai divaksin booster kedua atau vaksin dosis keempat. Proses vaksinasi itu berlangsung hari ini, Selasa (9/8/2022) di kantor DKK Kudus.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit DKK Kudus Darsono mengatakan, seluruh karyawan di DKK Kudus akan divaksin booster kedua secara kontinyu. Jumlahnya ada 152 orang.

”Supaya bisa tercapai herd immunity atau kekebalan kelompok," katanya, Selasa (9/8/2022).

Darsono melanjutkan, perihal vaksin yang digunakan yakni vaksin jenis Moderna dan juga Pfizer. Menurutnya, sejauh ini belum ada temuan KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi).

”Kalau misal ada KIPI, kami juga sudah ada tim juga yang akan menangani. Selain itu kami juga sudah berkoordinasi dengan rumah sakit di Kudus. Ya semoga saja tidak ada kejadian KIPI," ujarnya.

Baca: BPOM Izinkan Vaksin Booster untuk Anak Usia 16-18 Tahun
Baca: BPOM Izinkan Vaksin Booster untuk Anak Usia 16-18 TahunDarsono menambahkan, saat ini di Kabupaten Kudus juga sedang menggencarkan vaksinasi booster bagi tenaga kesehatan di Kota Kretek.Saat ini pemberian vaksin booster kedua memang difokuskan bagi tenaga kesehatan. Pelaksanaannya beragam, ada yang di rumah sakit, puskesmas, dan klinik.”Kalau untuk masyarakat umum belum. Karena saat ini difokuskan memang untuk tenaga kesehatan dahulu yang memang memiliki risiko karena bersentuhan langsung dengan pasien," imbuhnya. Reporter: Vega Ma'arijil UlaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler