Para Ibu di Kudus Didorong Beri ASI Eksklusif ke Bayi Minimal 6 Bulan
Vega Ma'arijil Ula
Selasa, 16 Agustus 2022 15:33:15
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Kudus – Para ibu di Kabupaten Kudus didorong untuk memberikan air susu ibu (ASI) eksklusif kepada bayi, minimal hingga anak usia enam bulan. Selama enam bulan itu, bayi tak perlu diberi makanan pendamping.
Untuk memperkuat ini Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus, Jawa Tengah menggelar seminar tentang pekan ASI sedunia, Selasa (16/8/2022).
Sebanyak 120 peserta ikut serta kegiatan seminar ini. Mereka terdiri dari perwakilan TP PKK, organisasi profesi, akademi, perwakilan puskesmas, dan ahli gizi.
”Pemberian ASI eksklusif tergolong penting. Karena rekomendasi dari WHO itu pemberian ASI eksklusif dilakukan untuk usia 0-6 bulan. Harus diberikan ASI eksklusif tanpa perlu diberi makanan dan minuman tambahan. Karena ASI ekslusif saja sudah cukup," kata Kabid Kesehatan Masyarakat (Kesmas) DKK Kudus, Nuryanto, Selasa (16/8/2022).
Nuryanto mengatakan, rekomendasi dari WHO pemberian ASI ekslusif sebenarnya bagus dilakukan selama dua tahun. Tetapi seminimalnya harus diberikan enam bulan.
”Karena manfaat ASI luar bisa. Bisa memberikan daya tahan tubuh bagi balita. Dan ASI eksklusif tidak tergantikan," sambungnya.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Foto: Ilustrasi seorang ibu menyusi bayinya (freepik.com)[/caption]
MURIANEWS, Kudus – Para ibu di Kabupaten Kudus didorong untuk memberikan air susu ibu (ASI) eksklusif kepada bayi, minimal hingga anak usia enam bulan. Selama enam bulan itu, bayi tak perlu diberi makanan pendamping.
Untuk memperkuat ini Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus, Jawa Tengah menggelar seminar tentang pekan ASI sedunia, Selasa (16/8/2022).
Sebanyak 120 peserta ikut serta kegiatan seminar ini. Mereka terdiri dari perwakilan TP PKK, organisasi profesi, akademi, perwakilan puskesmas, dan ahli gizi.
”Pemberian ASI eksklusif tergolong penting. Karena rekomendasi dari WHO itu pemberian ASI eksklusif dilakukan untuk usia 0-6 bulan. Harus diberikan ASI eksklusif tanpa perlu diberi makanan dan minuman tambahan. Karena ASI ekslusif saja sudah cukup," kata Kabid Kesehatan Masyarakat (Kesmas) DKK Kudus, Nuryanto, Selasa (16/8/2022).
Nuryanto mengatakan, rekomendasi dari WHO pemberian ASI ekslusif sebenarnya bagus dilakukan selama dua tahun. Tetapi seminimalnya harus diberikan enam bulan.
”Karena manfaat ASI luar bisa. Bisa memberikan daya tahan tubuh bagi balita. Dan ASI eksklusif tidak tergantikan," sambungnya.
Sementara itu, Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kudus Mawar Hartopo mengatakan, pemberian ASI ekslusif tergolong bermanfaat. Salah satunya dari segi ekonomi.
”Karena manfaat ASI itu luar biasa. Dari segi ekonomi juga tidak perlu membeli susu formula, sehingga dapat meminimalisir budget," ujarnya.
Mawar melanjutkan, ASI eksklusif juga harus diimbangi dengan asupan yang baik dari si ibu. Sehingga balita mendapatkan nutrisi yang bagus.
Reporter: Vega Ma'arijil Ula
Editor: Ali Muntoha