Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Forum Komunikasi Disabilitas Kudus (FKDK) Kudus, Jawa Tengah menggelar upacara HUT ke-77 Republik Indonesia. Para peserta dan petugas upacara semuanya difabel, dan pengibaran merah putih dilakukan mereka yang menggunakan kursi roda.

Pengamatan Murianews, upacara bendera dilaksanakan di halaman Balai Desa Mlati Lor, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah pada Rabu (17/8/2022). Sebanyak 50 peserta ikut serta.

Kemudian, saat pengibaran bendera ada tiga pengibar bendera yang menggunakan kursi roda. Mereka dengan khidmat mengibarkan sang saka.

”Kami ada 50 peserta upacara. Dengan segala keterbatasan, kami tetap melaksanakan upacara untuk meneladani dan mengenang pejuang yang wafat," kata Ketua FKDK Rismawan Yulianto, Rabu (17/8/2022).

Baca: Ini Dia Paskibraka Cantik Asal Kudus Pembawa Bendera Pusaka di Istana Negara

Rismawan berharap di peringatan kemerdekaan ini dapat dijadikan momentum bagi disabilitas. Terutama untuk memperjuangkan hak-hak disabilitas.
Rismawan berharap di peringatan kemerdekaan ini dapat dijadikan momentum bagi disabilitas. Terutama untuk memperjuangkan hak-hak disabilitas.”Di momen ini juga kami harap hak-hak dasar penyandang disabilitas dapat dipenuhi. Kami juga ingin menunjukkan bahwa dengan adanya keterbatasan kami, tetap bisa berkontribusi untuk Indonesia," imbuhnya.Sementara itu, salah seorang pengibar bendera Suripto mengaku bersemangat untuk ikut upacara bendera. Terlebih mereka merupakan disabilitas yang memiliki keterbatasan.”Kendala mengibarkan bendera pasti ada. Karena kami berbeda dengan orang normal. Tetapi kami tetap semangat mengibarkan bendera merah putih," imbuhnya. Reporter: Vega Ma'arijil UlaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler