Angka Kematian Ibu dan Bayi di Kudus Cukup Tinggi
Vega Ma'arijil Ula
Jumat, 19 Agustus 2022 15:05:19
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Kudus – Kasus angka kematian ibu (AKI) dan Angka Kematian bayi (AKB) di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah tidak bisa dipandang remeh. Sebab, jumlahnya tergolong tinggi.
Untuk diketahui, AKI yakni jumlah kematian ibu dalam proses kehamilan, persalinan, dan paska persalinan per 100 ribu kelahiran hidup pada masa tertentu. Sementara itu, AKB yakni jumlah meninggalnya bayi yang berusia di bawah satu tahun per 1.000 kelahiran yang terjadi dalam kurun waktu satu tahun.
Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus, Nuryanto mengatakan, AKB di Kota Kretek mulai Januari 2022 hingga Agustus 2022 terdapat 58 kasus.
Dari jumlah tersebut ada yang meninggal saat proses persalinan. Lainnya karena infeksi saluran pernapasan. Sedangkan penyebab kematiannya beragam.
”Ada yang disebabkan karena pneumonia, henti napas, kekurangan cairan tubuh, dan juga diare," katanya, Jumat (19/8/2022).
Kemudian, untuk kasus AKI terdapat sepuluh kasus. Mulai dari meninggal saat proses kehamilan dan terserang Covid-19.
Baca: Asuh 2 Adik usai Ibu Meninggal, Bocah di Sragen Dinobatkan Jadi Hero Anak Unicef
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Foto: Ilustrasi seorang ibu menyusi bayinya (freepik.com)[/caption]
MURIANEWS, Kudus – Kasus angka kematian ibu (AKI) dan Angka Kematian bayi (AKB) di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah tidak bisa dipandang remeh. Sebab, jumlahnya tergolong tinggi.
Untuk diketahui, AKI yakni jumlah kematian ibu dalam proses kehamilan, persalinan, dan paska persalinan per 100 ribu kelahiran hidup pada masa tertentu. Sementara itu, AKB yakni jumlah meninggalnya bayi yang berusia di bawah satu tahun per 1.000 kelahiran yang terjadi dalam kurun waktu satu tahun.
Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus, Nuryanto mengatakan, AKB di Kota Kretek mulai Januari 2022 hingga Agustus 2022 terdapat 58 kasus.
Dari jumlah tersebut ada yang meninggal saat proses persalinan. Lainnya karena infeksi saluran pernapasan. Sedangkan penyebab kematiannya beragam.
”Ada yang disebabkan karena pneumonia, henti napas, kekurangan cairan tubuh, dan juga diare," katanya, Jumat (19/8/2022).
Kemudian, untuk kasus AKI terdapat sepuluh kasus. Mulai dari meninggal saat proses kehamilan dan terserang Covid-19.
Baca: