Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Bupati Kudus HM Hartopo menyebut, Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) tidak lagi maksimal. Bahkan ekstrakurikuler Palang Merah Remaja (PMR) sudah tak maksimal dan tergantikan dengan ekstrakurikuler lain.

Hartopo menyayangkan ekstrakurikuler PMR yang mulai redup di beberapa sekolah di Kabupaten Kudus. Hal itu disampaikan Hartopo saat menghadiri pelatihan PMR, di aula PMI Kudus, Selasa (23/8/2022).

”Saat ini UKS di sekolah-sekolah saya melihatnya tidak maksimal. Sekarang justru malah diganti dengan ekstrakurikuler lain," katanya, Selasa (23/8/2022).

Padahal, menurut Hartopo ekstrakurikuler PMR tergolong penting. Dia berpendapat, fungsi keberadaan PMR memiliki manfaat yang bagus.

”UKS sebenarnya punya peran yang penting. Bagaimana membentuk katakter anak. Apalagi tugasnya bersifat sosial dan kemanusiaan," sambungnya.

Hartopo menambahkan, memaksimalkan peran UKS di sekolah sebenarnya merupakan peran pihak sekolah. Dalam hal ini peran dari kepala sekolah dan jajarannya.

”Sebenarnya untuk memaksimalkan UKS itu peran kepala sekolah dan jajarannya. Tetapi kami Pemkab akan membantu mendorong pihak sekolah," imbuhnya.Baca: Puluhan Anggota PMR di Kudus Dilatih Peningkatan KapasitasSementara itu, Ketua PMI Kabupaten Kudus Rina Budhy Ariani mengatakan, PMR merupakan wadah pembinaan yang tugasnya tidak jauh-jauh dari kegiatan sosial. Mulai dari kegiatan kepalangmerahan, donor darah, siaga bencana, sanitasi dan kesehatan.”Tujuan dari pelatihan ini untuk meningkatkan kapasitas PMR di sekolah-sekolah. Baik PMR tingkat mula, madya, dan wira," ungkapnya. Reporter: Vega Ma'arijil UlaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler