Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Harga beras di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah iku terkatrol. Kenaikan harga tersebut menyusul beberapa harga bahan pokok lain yang sebelumnya juga sudah naik.

Pedagang beras di Pasar Bitingan Kudus, Sumiyati mengatakan, kenaikan harga beras tersebut terjadi sejak beberapa pekan lalu.

”Beras jenis SS sekarang Rp 10.500 per kilogram dari yang sebelumnya Rp 9.500. Kalau beras jenis wangi sekarang Rp 12.500 dari yang sebelumnya Rp 11.500 per kilogramnya," katanya, Rabu (31/8/2022).

Lebih lanjut, dia tidak menampik jika kenaikan harga beras membuat pembelinya komplain. Dia berpendapat, kenaikan harga beras diakibatkan adanya bantuan Program Keluarga Harapan (PKH).

”Untuk stok beras saat ini masih aman. Saya juga masih disuplai dari distributor di Demak," ujarnya.

Baca: Harga Daging Ayam di Kudus Naik, Pedagang Diprotes PembeliKenaikan harga beras juga disampaikan oleh Jamal, pedagang lain. Kenaikan harga beras ini diakui cukup memberatkan pembeli.Untuk diketahui, beberapa harga kebutuhan pokok mengalami kenaikan. Seperti harga telur yang saat ini mencapai Rp 31 ribu per kilogram dan harga daging ayam yang mencapai Rp 35 ribu per Kilogram. Reporter: Vega Ma'arijil UlaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler