Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Pasar Rakyat digelar di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, sebagai sebagai rangkaian peringatan HUT ke-473 Kabupaten Kudus. Para pedagang di pasar rakyat ini meminta acara seperti ini digelar lebih sering.

Pasar Rakyat digelar di sepanjang Jalan Sunan Kudus. Mulai dari Alun-Alun Simpang Tujuh ke arah barat di sepanjang Citywalk. Ratusan UMKM ikut serta. Mulai dari kuliner hingga kerajinan tangan.

Noor Rochman Chakim, pemilik Phia Jaya Abadi Asessoris yang berjualan di pasar rakyat mengaku bersyukur. Sebab dia dapat menambah penghasilan selain berjualan di kiosnya yang terdapat di Pasar Kliwon.

Akan tetapi, dia memberi masukan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus tidak hanya menggelar acara UMKM bertajuk Pasar Rakyat saat momen HUT Kudus saja. Melainkan juga lebih sering menggelar acara yang sama di even lain di Kota Kretek.

”Karena kalau even yang waktunya singkat itu bisa dibilang tidak setara dengan tenaga yang dikeluarkan untuk berjualan," katanya, Jumat (23/9/2022).

Baca: Pasar Rakyat Kudus, Ada Stan Suvenir hingga Tanaman Hias

Dia berpendapat, persiapan untuk jualan dan bongkar pasang membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Ketika durasi berjualan hanya singkat, menurutnya hal itu tidak sebanding.
Dia berpendapat, persiapan untuk jualan dan bongkar pasang membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Ketika durasi berjualan hanya singkat, menurutnya hal itu tidak sebanding.Terlebih dia harus membayar pegawai yang menjaga stan dan juga biaya bongkar menggunakan truk.”Kalau lima hari seperti ini masih oke. Terkadang ada yang even hanya dua sampai tiga hari saja. Keinginan kamu juga kalau bisa jangan hanya setahun sekali. Tetapi setahun diagendakan berapa kali supaya kami para pedagang punya penghasilan lebih," imbuhnya.Hal senada disampaikan oleh anggota Komunitas Aroid Kudus yang menjual tanaman di salah satu stan di Pasar Rakyat, Tia Perbiansyah.”Kalau dari kami inginnya setiap ada even ya diberi tempat juga untuk berjualan. Supaya masyarakat juga tahu beragam jenis tanaman," ujarnya.https://youtu.be/u70QH9QKFUAReporter: Vega Ma'arijil UlaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News