Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Harga kedelai terus naik membuat para produsen tahu di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah khawatir akan gulung tikar. Harga kedelai ekspor kini menembus angka Rp 12.700 per kilogram.

Salah satunya, Agus Salim, produsen tahu di Desa Ploso, Kudus. Ia mengatakan, dengan mahalnya harga kedelai, membuatnya sulit mencari untung dari membuat tahu.

”Ada kenaikan harga kedelai. Saya kerepotan karena pendapatan kami saat ini juga sudah mepet," katanya, Kamis (29/9/2022).

Sebagai upaya mengatasi naiknya harga kedelai, Agus mengurangi jumlah produksi. Saat ini dia hanya memproduksi tahu sebanyak 4 kuintal per hari dari yang sebelumnya 6 kuintal.

Baca: Harga Tahu di Kudus Naik Rp 3 Ribu per Papan

Dengan pengurangan dua kuintal per hari tersebut, omzet Agus turun Rp 3 juta.

”Produksi per kuintal itu sebenarnya saya bisa dapat omzet Rp 1,5 juta. Kalau saat ini saya mengurangi produksi dua kuintal ya omzet saya turun Rp 3 juta per hari," sambungnya.

Menurutnya, kenaikan harga kedelai saat ini sangat memberatkan. Sebab, dia juga harus memikirkan gaji sembilan pekerjanya.

”Saya juga kehilangan konsumen dari Demak. Karena mereka tidak lagi beli ke sini sejak hari Senin karena ada kenaikan harga tahu per papan kisaran Rp 3 ribu," ujarnya.Baca: Kedelai Impor Mahal, Primkopti Kudus Mulai Sediakan Produk LokalMenurutnya, jika harga kedelai terus naik, bukan tidak mungkin produsen tahu dapat gulung tikar. Pasalnya besaran produksi terus berkurang sedangkan pilihan menaikkan harga berdampak pada hilangnya konsumen.”Harapannya pemerintah mau ikut turun tangan menangani masalah ini," imbuhnya.Sementara itu, Muhammad Amar Ma'ruf, pengelola Primer Koperasi Produsen Tempe tahu Indonesia (Primkopti) Kudus mengatakan, harga kedelai sebesar Rp 12.700 per kilogram tergolong tinggi. Menurutnya, kenaikan harga kedelai dapat menyebabkan produsen tahu gulung tikar.”Mayoritas produsen tahu memang mengaku keberatan. Untuk bisa bertahan saat ini mereka memang mengurangi produksi dan menaikkan harga. Tetapi menaikkan harga juga sulit karena daya beli turun seiring naiknya BBM," imbuhnya.https://youtu.be/rhgZ2gAsHCMReporter: Vega Ma'arijil UlaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler