Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Kudus – Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Kabupaten Kudus, Jawa Tengah menyebut jumlah sampah di Kudus berkurang 22 persen tahun ini. Pengurangan sampah tersebut digenjot melalui beberapa sektor.
Sri Wahjuningsih, Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Kapasitas Lingkungan Hidup Dinas PKPLH Kudus mengatakan, berkurangnya sampah sebanyak 22 persen itu terjadi di semester pertama tahun ini. Yakni terhitung sejak Januari 2022 hingga Juni 2022 tahun ini.
Menurut Nining-sapaan Sri Wahjuningsih berkurangnya sampah itu efek dari pengoptimalan Bank Sampah Unit (BSU) dan Bank Sampah Induk (BSI). Selain itu juga melalui beberapa hal, seperti mengoptimalkan pengepul dan pelapak di Kudus yang saat ini jumlahnya ada 60 orang.
”Kami juga berkoordinasi dengan sekolah adiwiyata yang sudah memiliki bank sampah. Selain itu juga lewat kreasi. Kreasi ini memanfaatkan bungkus bekas makanan dan minuman yang dikreasikan menjadi barang bernilai ekonomi seperti tas atau kerajinan tangan lainnya," katanya, Jumat (7/10/2022).
Baca: Kiriman Sampah ke TPA Kudus Bisa Turun 5 Persen Tiap Hari, Ini Sebabnya
Menurut Nining, pengurangan sampah harus terus untuk meminimalisir sampah masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tanjungrejo di Desa Tanjungrejo, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Pusat daur ulang sampah Pemkab Kudus. (Murianews/Anggara Jiwandhana)[/caption]
MURIANEWS, Kudus – Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Kabupaten Kudus, Jawa Tengah menyebut jumlah sampah di Kudus berkurang 22 persen tahun ini. Pengurangan sampah tersebut digenjot melalui beberapa sektor.
Sri Wahjuningsih, Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Kapasitas Lingkungan Hidup Dinas PKPLH Kudus mengatakan, berkurangnya sampah sebanyak 22 persen itu terjadi di semester pertama tahun ini. Yakni terhitung sejak Januari 2022 hingga Juni 2022 tahun ini.
Menurut Nining-sapaan Sri Wahjuningsih berkurangnya sampah itu efek dari pengoptimalan Bank Sampah Unit (BSU) dan Bank Sampah Induk (BSI). Selain itu juga melalui beberapa hal, seperti mengoptimalkan pengepul dan pelapak di Kudus yang saat ini jumlahnya ada 60 orang.
”Kami juga berkoordinasi dengan sekolah adiwiyata yang sudah memiliki bank sampah. Selain itu juga lewat kreasi. Kreasi ini memanfaatkan bungkus bekas makanan dan minuman yang dikreasikan menjadi barang bernilai ekonomi seperti tas atau kerajinan tangan lainnya," katanya, Jumat (7/10/2022).
Baca: