Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Kementerian Perdagangan (Kemendag) Kembali memberi subsidi untuk kedelai sebesar Rp 1.000 per kilogram. Kebijakan ini disambut baik oleh Primer Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (PRIMKOPTI) Kudus, Jawa Tengah.

Pemberian subsidi Rp 1.000 itu untuk menekan tingginya harga kedelai. Sehingga dapat meringankan produsen tahu dan tempe.

Muhammad Amar Ma'ruf, pengelola Primer Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (PRIMKOPTI) Kudus mengaku sudah mendengar kabar ini. Dia menyambut baik.

”Tentunya dapat membantu produsen tahu dan tempe. Apalagi harga kedelai di Kabupaten Kudus saat ini masih Rp 12.700 per kilogram. Harga segitu tinggi banget," katanya, Jumat (7/10/2022).

Baca: Kemendag Subsidi Kedelai Rp 1.000 per Kilogram

Ma'ruf menjelaskan, sebelumnya subsidi Rp 1.000 per kilogram sudah ada. Namun, hanya berjalan pada April 2022 hingga Juli 2022 saja.

”Setelah itu berhenti tidak ada subsidi lagi. Kemudian ada kabar dimulai lagi ya bagus bisa membantu produsen tahu dan tempe," sambungnya.
”Setelah itu berhenti tidak ada subsidi lagi. Kemudian ada kabar dimulai lagi ya bagus bisa membantu produsen tahu dan tempe," sambungnya.Baca: Impor Kedelai RI Hampir 90 Persen, Produk Petani Bagaimana?Dia melanjutkan, untuk hari ini, Jumat (7/10/2022) subsidi tersebut belum diberlakukan ke produsen tahu dan tempe di Kota Kretek. Pihaknya masih menunggu surat edaran dari pemerintah pusat perihal teknisnya.Saat ini di Kudus terdapat 228 produsen tahu dan tempe. Data tersebut merupakan data terbaru per September 2022 lalu.”Teman-teman produsen tahu dan tempe sudah dengar kabar ini juga. Tetapi untuk pengaplikasiannya kami menunggu instruksi dari pusat terlebih dahulu," imbuhnya. Reporter: Vega Ma'arijil UlaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler