Bakal Direlokasi, Pedagang Taman Menara Prediksi Sepi Pembeli
Vega Ma'arijil Ula
Rabu, 2 November 2022 15:03:20
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Untuk diketahui, kawasan Taman Menara Kudus bakal direvitalisasi bulan ini, sehingga sejumlah PKL akan direlokasi.
Rodliyah, Ketua Paguyuban PKL Taman Menara Kudus mengatakan PKL tetap menerima jika memang harus diminta pindah ke Terminal Bakalan Krapyak. Meski demikian pihaknya memprediksi berjualan di Terminal Bakalan Krapyak bakal sepi.
”Soal sepi atau tidaknya lihat tempatnya juga mau dipindah di sebelah mananya untuk di kawasan Bakalan Krapyak. Karena sampai saat ini belum tahu kami mau diletakkan di sebelah mana," katanya, Rabu (2/11/2022).
Namun, sepengetahuan Rodliyah saat ini di kawasan Bakalan Krapyak hanya tersisa tempat di sebelah utara musala. Menurutnya di area tersebut terletak di pojok dan berpotensi minim disambangi pembeli.
”Tempat kosongnya hanya di sebelah utara ke arah barat. Kalau mau diletakkan di tengah tidak mungkin karena merupakan area putar baliknya bus-bus peziarah," sambungnya.
Baca: Pedagang Taman Menara Kudus Emoh Pindah ke Penampungan Sementara
Pihaknya berharap PKL di kawasan Taman Menara tetap bisa berjualan di kawasan Taman Menara, usai revitalisasi.
”Sebenarnya di sini (kawasan Taman Menara, red) tidak terlalu ramai. Tetapi masih dilewati peziarah dan kembali lagi rezeki sudah ada yang mengatur," imbuhnya.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



