Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Murianews mengecek talang air yang terdapat di area Pasar Bitingan Kudus di lantai dua tersebut pada Kamis (10/11/2022).

Terlihat sejumlah lubang di talang dan berkarat. Di bawahnya terdapat dua ember bewarna hitam yang disiapkan saat hujan turun.

Pedagang plastik Pasar Bitingan Kudus, Heri Aprianto menunjukkan kepada rekaman video saat talang Pasar Bitingan mengalami kebocoran.

Pada video tampak air mengalir deras dari bagian talang hingga membuat genangan di area pasar setinggi mata kaki orang dewasa.

Menurutnya, ketika pasar mengalami kebocoran, beberapa pedagang tidak dapat berjualan. Sehingga dirinya bersama pedagang yang lain harus menutup kios.

”Ya tidak dapat jualan. Karena pembeli mau lewat saja juga tidak bisa. Kalau tidak dapat jualan, kami merugi karena kebutuhan juga banyak," katanya.

Baca: Pasar Bitingan Kudus Bocor, Dewan: Jangan Alasan Tak Ada Anggaran

Kebocoran itu menurutnya bukanlah kali pertama terjadi. Pihaknya mengaku sudah melaporkan ke pihak pasar agar ada perbaikan.

”Kemarin-kemarin inisiatif pedagang sendiri memperbaiki dengan cara iuran antarpedagang. Tetapi ya tidak lama bocor lagi," sambungnya.

Baca: Jalan Area Parkir Pasar Bitingan Kudus Dikeluhkan Warga, Ini Gara-garanya

Dia berharap ada perbaikan agar pedagang dapat berjualan dengan nyaman. Terlebih dia merasa tidak enak ketika pedagang harus diminta iuran berkali-kali.Permintaannya bukan tanpa alasan. Sebab, setiap pedagang sudah ditarik retribusi iuran Rp 2 ribu sampai Rp 3 ribu per hari.”Pedagang sebenarnya sudah berkali-kali iuran. Karena pihak pasar tidak ada yang mengurusi. Sedangkan kalau hujan terus menerus airnya masuk semua," terangnya.Baca: Pasar Bitingan Kudus Mulai Terapkan Sistem e-RetribusiBocornya talang air juga diungkapkan oleh pedagang sembako di Pasar Bitingan Kudus, Sulgi. Dia merasa terganggu kebocoran air yang masuk ke area pasar.”Kalau hujan pasti bocor dan tidak dapat jualan. Kejadian kebocoran itu tidak hanya satu dua kali," terangnya.Pihaknya juga sudah sering melaporkan kebocoran talang di Pasar Bitingan. Namun, menurutnya tidak pernah dilakukan perbaikan.”Genangan airnya sampai mata kaki. Akhirnya kami tidak dapat berjualan. Keinginannya ya diperbaiki supaya tempatnya nyaman untuk jualan," imbuhnya.https://youtu.be/bFDzZZxgix8Reporter: Vega Ma'arijil UlaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler