Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kenaikan harga kedelai impor semakin naik. Dimulai dari harga Rp 12.700 ribu per kilogram pada September 2022 lalu. Kemudian pada akhir Oktober 2022 naik menjadi Rp 13.900 ribu per kilogram.

Saat ini harganya menyentuh Rp 14.150 ribu per Kilogram. Kenaikan harga tersebut terjadi sejak Sabtu (12/11/2022) lalu.

Muhammad Amar Ma'ruf, pengelola Primer Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (PRIMKOPTI) Kudus, Jawa Tengah mengatakan, harga kedelai tersebut sangat tinggi. Bahkan merek tertentu harganya menyentuh Rp 14.250 ribu per kilogram.

”Harga kedelai segitu termasuk tinggi. Produsen tahu atau tempe bisa dibilang kasihan karena sulit untuk untung dengan harga kedelai yang sudah tinggi. Belum lagi harus membayar karyawan juga," katanya, Senin (14/11/2022).

Baca: Subsidi Kedelai Bakal Ditambah Jadi Rp 3.000 Per Kilogram

Lebih lanjut, Muhammad Amar Ma'ruf, menambahkan harga kedelai Rp 14.150 itu merupakan yang tertinggi dibandingkan beberapa tahun terakhir.

Menurutnya, di tahun yang sebelumnya harga kedelai hanya menyentuh Rp 10 ribu per kilogram hingga Rp 12 ribu per kilogram.

”Kalau harganya tinggi, produsen terpaksa mengurangi produksi dan mengecilkan ukuran. Karena kalau mau menaikkan harga tahu atau tempe pasti ditinggalkan konsumen," sambungnya.
”Kalau harganya tinggi, produsen terpaksa mengurangi produksi dan mengecilkan ukuran. Karena kalau mau menaikkan harga tahu atau tempe pasti ditinggalkan konsumen," sambungnya.Dia menjelaskan, saat ini harga kedelai Rp 35 ribu per papan. Harga tersebut dirasa olehnya tidak terlalu tinggi.”Kalau produsen menjual harga Rp 35 ribu belum terlalu mahal. Makanya ini yang kasihan produsen," terangnya.Baca: Zulhas Sebut Bulog akan Impor 350 Ribu Ton KedelaiPihaknya memprediksi harga kedelai dapat terus naik hingga akhir tahun. Sementara itu, saat ini di gudang PRIMKOPTI Kudus stoknya juga menipis.”Untuk stoknya di gudang PRIMKOPTI Kudus saat ini masih ada 40 ton yang dapat digunakan untuk dua hari, karena permintaan sehari 10 sampai 15 ton. Kalau habis nanti minta kiriman lagi dari Semarang. Dari Semarang stoknya masih lancar," imbuhnya.https://youtu.be/wknqIEgzLMgReporter: Vega Ma'arijil UlaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler