Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
”Mulai dari adanya banjir, longsor, dan yang lainnya. Saat ini ekosistem darat, laut, dan udara juga berubah," katanya, Rabu (23/11/2022).
Hal ini disampaikan saat menjadi pembicara dalam talkshow Penanaman Pohon sebagai Tindakan Nyata untuk Pengendalian Perubahan Ikim yang diselenggarakan Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF)
Ia menyebut, sebenarnya pihak ahli sudah merasa angkat tangan terkait krisis iklim. Karena untuk mencegah krisis iklim saat ini terlampau sulit.
”Sudah sulit untuk mengurangi krisis iklim, walaupun sebenarnya tidak boleh pesimistis. Tetapi kami akan tetap coba untuk mengurangi emisi. Maka dari itu penting untuk dapat berperan menanam pohon," sambungnya.
Baca: Cegah Krisis Iklim dengan Gencar Tanam Pohon
Menurutnya sektor industri harus lebih peduli terhadap perubahan iklim. Yakni dengan cara bergerak dengan industri yang lebih ramah lingkungan.
”Karena kami tidak mungkin juga menanam pohon melebihi dari ketersediaan wilayah yang ada. Suatu wilayah dengan kondisi 30 persennya tertanam pohon itu sudah hal yang bagus," terangnya.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



