Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


”Mulai dari adanya banjir, longsor, dan yang lainnya. Saat ini ekosistem darat, laut, dan udara juga berubah," katanya, Rabu (23/11/2022).

Hal ini disampaikan saat menjadi pembicara dalam talkshow Penanaman Pohon sebagai Tindakan Nyata untuk Pengendalian Perubahan Ikim yang diselenggarakan Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF)

Ia menyebut, sebenarnya pihak ahli sudah merasa angkat tangan terkait krisis iklim. Karena untuk mencegah krisis iklim saat ini terlampau sulit.

”Sudah sulit untuk mengurangi krisis iklim, walaupun sebenarnya tidak boleh pesimistis. Tetapi kami akan tetap coba untuk mengurangi emisi. Maka dari itu penting untuk dapat berperan menanam pohon," sambungnya.

Baca: Cegah Krisis Iklim dengan Gencar Tanam Pohon

Menurutnya sektor industri harus lebih peduli terhadap perubahan iklim. Yakni dengan cara bergerak dengan industri yang lebih ramah lingkungan.

”Karena kami tidak mungkin juga menanam pohon melebihi dari ketersediaan wilayah yang ada. Suatu wilayah dengan kondisi 30 persennya tertanam pohon itu sudah hal yang bagus," terangnya.
”Karena kami tidak mungkin juga menanam pohon melebihi dari ketersediaan wilayah yang ada. Suatu wilayah dengan kondisi 30 persennya tertanam pohon itu sudah hal yang bagus," terangnya.Pihaknya juga menyampaikan agar semakin banyak pohon yang ditanam hingga 2030. Terlebih pemerintah memiliki target mengurangi emisi karbon menjadi 31,89 persen pada 2030.”Karena lebih banyak menanam pohon lebih baik daripada menebang. Karena mustahil mau menurunkan emisi industri tanpa menanam pohon," imbuhnya.Amanda Katili Niode, Direktur the Climate Reality Project Indonesia mengatakan, semua sektor harus berbenah. Sebab, menurutnya krisis iklim disebabkan beberapa hal salah satunya gas rumah kaca.”Maka dari itu pohon berperan baik sebagai salah satu solusi untuk mengurangi emisi karbon," imbuhnya. Reporter: Vega Ma'arijil UlaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler