Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Pengamatan Murianews, kawasan Taman Menara Kudus sudah tak memiliki sekat berupa dinding setelah dirobogkan.

Alhasil Kelenteng Hok Ling Bio yang berada di sebelah timur yang menghadap ke barat seolah bertemu dengan Masjid Madureksan yang berada di sebelah barat menghadap ke timur.

Jarak antara Masjid Madureksan dengan Kelenteng Hok Ling Bio sekitar 300 meter. Dahulu, kedua bangunan tersebut seakan terhalang dinding-dinding kawasan Taman Menara.

Kini, setelah adanya renovasi Taman Menara yang menghilangkan bagian-bagian dinding, membuat kedua bangunan tersebut seakan dipertemukan. Beberapa pihak menilai simbol toleransi makin terlihat dari kedua bangunan tersebut.

[caption id="attachment_273385" align="alignleft" width="1280"] Masjid Madureksan, pengadilan di masa Sunan Kudus. (Murianews/Vega Ma'arijil Ula)[/caption]

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus, Mutrikah mengatakan, renovasi Taman Menara membuat area tersebut lebih representatif dan lebih lebar. Sehingga Masjid Madureksan dan Kelenteng Hok Ling Bio terlihat dari seberang Jalan Sunan Kudus.

”Simbol toleransinya juga lebih terlihat," katanya, Selasa (29/11/2022).

Baca:Pengadilan Masa Sunan Kudus Ternyata di Sini Tempatnya

Mutrikah berharap ke depannya kawasan di Taman Menara Kudus dapat digunakan sebagai tempat promosi wisata. Sehingga wisatawan dapat betah datang ke Kudus.

”Kalau mereka di Kudus stay-nya lama kan dapat menghasilkan pendapatan PAD (Pendapatan Asli Daerah, red) yang lebih besar karena mereka pasti berbelanja oleh-oleh juga," imbuhnya.Sementara itu, Sejarawan asal Kudus, Agus Susanto menjekaskan dari sisi sejarah. Yakni setiap ada bangunan kelenteng seringnya terdapat juga bangunan masjid.”Kalau dari literatur sejarah seperti literatur dari Ma Huan itu di pesisir utara Jawa setiap ada bangunan kelenteng pasti berhadapan dengan masjid," katanya, Selasa (29/11/2022).Baca: Begini Penampakan Taman Menara Kudus Setelah Selesai Direnovasi Di kawasan sekitar Taman Menara dahulunya merupakan kawasan pesisir. ”Seperti di kawasan Tanjungkarang itu kan juga ada kelenteng Hok Tik Bio. Di sana itu dulu kawasan pesisir pantai," terangnya.Agus menyampaikan, kawasan Kelenteng Hok Ling Bio yang saat ini tampak menghadap Masjid Madureksan merupakan bentuk toleransi. Sehingga bagus untuk keberagaman.”Karena budaya untuk saling menghargai dan menjalankan toleransi itu merupakan hal bagus," imbuhnya. Reporter: Vega Ma'arijil UlaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler