Pendapatan daerah di Kabupaten Kudus diketahui didapatkan dari beberapa sektor. Yakni dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), pendapatan transfer, bantuan keuangan khusus dari pemerintah daerah provinsi, dan pendapatan lain salah satunya hibah.
Dari data yang dihimpun
Murianews, target PAD tahun ini sebesar Rp 400.652.108.000. Sedangkan realisasi ketercapaiannya sebesar Rp 355.619.460.486 atau persentasenya sebesar 88,76 persen.
Kemudian, target pendapatan transfer tahun ini sebesar Rp 1.619.102.413.439. Realisasinya hingga November 2022 sebesar Rp 1.450.979. 016.137 atau persentasenya sebesar 89,62 persen.
Selanjutnya, target pendapatan transfer antardaerah tahun ini sebesar Rp 153.202.697.000, dan ketercapaiannya Rp 144.361.386.458 atau 94,23 persen.
Lalu, ada target pendapatan bantuan keuangan khusus dari pemerintah daerah provinsi sebesar Rp 9.653.000.000. Ketercapaiannya 2.402.492.000 atau persentasenya 24,89 persen.
Kemudian ada pendapatan lain salah satunya hibah sebesar Rp 4.500.000.000. Namun, belum ada realisasi.
Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kudus, Eko Djumartono menjelaskan, sektor penyumbang terbanyak pendapatan daerah ada pada dana transfer. Besarannya Rp 1,6 triliun.
”Dan sudah terealisasi Rp 1,4 triliun atau persentasenya sudah Rp 89,25 persen. Terdiri dari Dana Transfer Umum Dana Bagi Hasil, DAU, DID, dan Dana Desa," katanya, Rabu (7/12/2022).
”Dan sudah terealisasi Rp 1,4 triliun atau persentasenya sudah Rp 89,25 persen. Terdiri dari Dana Transfer Umum Dana Bagi Hasil, DAU, DID, dan Dana Desa," katanya, Rabu (7/12/2022).
Baca: Siswa SMK di Kudus Ini Jago Bikin PLTSMenurut Eko, capaian 89,25 persen tersebut sudah bagus. Pihaknya mengaku optimistis karena hanya menyisakan 11 persen saja untuk mencapai 100 persen.”Saya rasa bisa mencapai 100 persen untuk dana transfer di sisa satu bulan. Tetapi kalau sektor pendapatan seperti retribusi daerah yang targetnya Rp 29 juta baru tercapai Rp 22 juta atau sebesar 75,43 persen ya sepertinya berat," sambungnya.Lebih lanjut, Eko akan berupaya terus agar organisasi perangkat daerah (OPD) di Kudus dapat berupaya mengejar target di sisa tahun ini. Sehingga perolehan realisasinya dapat lebih banyak.”Kami dari BPPKAD terus mendorong teman-teman OPD agar terus bersemangat menambah realisasi target," imbuhnya. Reporter: Vega Ma'arijil UlaEditor: Ali Muntoha
Murianews, Kudus – Target pendapatan daerah di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah tahun ini sebesar Rp 2.024.254.521.439. Saat ini realisasinya per November 2022 sebesar Rp 1.806.598.476.623.
Pendapatan daerah di Kabupaten Kudus diketahui didapatkan dari beberapa sektor. Yakni dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), pendapatan transfer, bantuan keuangan khusus dari pemerintah daerah provinsi, dan pendapatan lain salah satunya hibah.
Dari data yang dihimpun
Murianews, target PAD tahun ini sebesar Rp 400.652.108.000. Sedangkan realisasi ketercapaiannya sebesar Rp 355.619.460.486 atau persentasenya sebesar 88,76 persen.
Kemudian, target pendapatan transfer tahun ini sebesar Rp 1.619.102.413.439. Realisasinya hingga November 2022 sebesar Rp 1.450.979. 016.137 atau persentasenya sebesar 89,62 persen.
Selanjutnya, target pendapatan transfer antardaerah tahun ini sebesar Rp 153.202.697.000, dan ketercapaiannya Rp 144.361.386.458 atau 94,23 persen.
Lalu, ada target pendapatan bantuan keuangan khusus dari pemerintah daerah provinsi sebesar Rp 9.653.000.000. Ketercapaiannya 2.402.492.000 atau persentasenya 24,89 persen.
Kemudian ada pendapatan lain salah satunya hibah sebesar Rp 4.500.000.000. Namun, belum ada realisasi.
Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kudus, Eko Djumartono menjelaskan, sektor penyumbang terbanyak pendapatan daerah ada pada dana transfer. Besarannya Rp 1,6 triliun.
”Dan sudah terealisasi Rp 1,4 triliun atau persentasenya sudah Rp 89,25 persen. Terdiri dari Dana Transfer Umum Dana Bagi Hasil, DAU, DID, dan Dana Desa," katanya, Rabu (7/12/2022).
Baca: Siswa SMK di Kudus Ini Jago Bikin PLTS
Menurut Eko, capaian 89,25 persen tersebut sudah bagus. Pihaknya mengaku optimistis karena hanya menyisakan 11 persen saja untuk mencapai 100 persen.
”Saya rasa bisa mencapai 100 persen untuk dana transfer di sisa satu bulan. Tetapi kalau sektor pendapatan seperti retribusi daerah yang targetnya Rp 29 juta baru tercapai Rp 22 juta atau sebesar 75,43 persen ya sepertinya berat," sambungnya.
Lebih lanjut, Eko akan berupaya terus agar organisasi perangkat daerah (OPD) di Kudus dapat berupaya mengejar target di sisa tahun ini. Sehingga perolehan realisasinya dapat lebih banyak.
”Kami dari BPPKAD terus mendorong teman-teman OPD agar terus bersemangat menambah realisasi target," imbuhnya.
Reporter: Vega Ma'arijil Ula
Editor: Ali Muntoha