Minggu, 26 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Pendapatan daerah di Kabupaten Kudus diketahui didapatkan dari beberapa sektor. Yakni dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), pendapatan transfer, bantuan keuangan khusus dari pemerintah daerah provinsi, dan pendapatan lain salah satunya hibah.

Dari data yang dihimpun Murianews, target PAD tahun ini sebesar Rp 400.652.108.000. Sedangkan realisasi ketercapaiannya sebesar Rp 355.619.460.486 atau persentasenya sebesar 88,76 persen.

Kemudian, target pendapatan transfer tahun ini sebesar Rp 1.619.102.413.439. Realisasinya hingga November 2022 sebesar Rp 1.450.979. 016.137 atau persentasenya sebesar 89,62 persen.

Selanjutnya, target pendapatan transfer antardaerah tahun ini sebesar Rp 153.202.697.000, dan  ketercapaiannya Rp 144.361.386.458 atau 94,23 persen.

Lalu, ada target pendapatan bantuan keuangan khusus dari pemerintah daerah provinsi sebesar Rp 9.653.000.000. Ketercapaiannya 2.402.492.000 atau persentasenya 24,89 persen.

Kemudian ada pendapatan lain salah satunya hibah sebesar Rp 4.500.000.000. Namun, belum ada realisasi.

Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kudus, Eko Djumartono menjelaskan, sektor penyumbang terbanyak pendapatan daerah ada pada dana transfer. Besarannya Rp 1,6 triliun.

”Dan sudah terealisasi Rp 1,4 triliun atau persentasenya sudah Rp 89,25 persen. Terdiri dari Dana Transfer Umum Dana Bagi Hasil, DAU, DID, dan Dana Desa," katanya, Rabu (7/12/2022).
”Dan sudah terealisasi Rp 1,4 triliun atau persentasenya sudah Rp 89,25 persen. Terdiri dari Dana Transfer Umum Dana Bagi Hasil, DAU, DID, dan Dana Desa," katanya, Rabu (7/12/2022).Baca: Siswa SMK di Kudus Ini Jago Bikin PLTSMenurut Eko, capaian 89,25 persen tersebut sudah bagus. Pihaknya mengaku optimistis karena hanya menyisakan 11 persen saja untuk mencapai 100 persen.”Saya rasa bisa mencapai 100 persen untuk dana transfer di sisa satu bulan. Tetapi kalau sektor pendapatan seperti retribusi daerah yang targetnya Rp 29 juta baru tercapai Rp 22 juta atau sebesar 75,43 persen ya sepertinya berat," sambungnya.Lebih lanjut, Eko akan berupaya terus agar organisasi perangkat daerah (OPD) di Kudus dapat berupaya mengejar target di sisa tahun ini. Sehingga perolehan realisasinya dapat lebih banyak.”Kami dari BPPKAD terus mendorong teman-teman OPD agar terus bersemangat menambah realisasi target," imbuhnya. Reporter: Vega Ma'arijil UlaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler