Minggu, 26 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Total 638 kasus HIV/AIDS itu diungkapkan oleh Manajer Kasus HIV Kabupaten Kudus, Eny Mardiyanti. Eny menyampaikan, jumlah kasus tersebut disebabkan masih rendahnya kepahaman masyarakat terkait pencegahan penularan.

Jumlah yang terpapar HIV/AIDS itu dialami usia produktif. Yakni rentang usia 17 tahun sampai 55 tahun dengan jenis kelamin laki-laki paling banyak.

”Masyarakat ketika mau memeriksakan diri masih takut karena adanya stigma. Kalau diminta untuk periksa pasti menjawab tidak pernah jajan seks kok," katanya, Senin (12/12/2022).

Baca: Ini Mitos Seputar HIV dan AIDS yang Masih Sering Dipercaya sampai Sekarang

Beragam faktor menjadi dasar banyaknya temuan kasus HIV/AIDS di Kota Kretek. Seperti hubungan seks berisiko tanpa menggunakan kondom dan gonta ganti pasangan.

Menurut Eny ketika mereka jajan seks dan tidak memiliki pemahaman tentang penyakit menular, akan memberi dampak bagi orang di sekitar.
Menurut Eny ketika mereka jajan seks dan tidak memiliki pemahaman tentang penyakit menular, akan memberi dampak bagi orang di sekitar.Misalnya setelah laki-laki jajan, kemudian sesampainya di rumah berhubungan dengan istrinya akan menularkan ke istrinya.Menurut Eny masyarakat harus tetap sadar dan berani untuk memeriksakan diri. Hal inilah yang dirasa belum ada pada diri masyarakat saat ini.”Artinya mereka belum memahami pencegahan penularannya. Karena kalau mereka paham, pasti sadar dan harus berani untuk tes dan mau untuk dites. Kalaupun hasilnya positif kan kondisi tubuh masih sehat," imbuhnya. Reporter: Vega Ma'arijil UlaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler