Dua Hal Ini Disebut jadi Penyebab Indonesia Krisis Dokter Spesialis
Vega Ma'arijil Ula
Rabu, 14 Desember 2022 15:19:40
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Kudus, Jawa Tengah Dokter Ahmad Syaifuddin mengatakan, benar adanya Indonesia kekurangan dokter spesialis seperti yang dinyatakan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin. Menurutnya, ada beberapa faktor yang mendasari hal tersebut.
”Kurangnya produksi dokter spesialis dan tidak meratanya distribusi dokter spesialis ke seluruh wilayah Indonesia menjadi penyebab," katanya, Rabu (14/12/2022).
Menurutnya, problem yang cukup penting yakni karena distribusi tenaga dokter spesialis yang tidak merata. Sebab, kebanyakan dokter spesialis hanya bertugas di kota besar.
”Sekarang pertanyaannya kenapa mereka tidak mau bertugas di tempat pelosok? Karena memang di tempat pelosok tidak dilengkapi alat kesehatan dan kehidupan yang layak," sambungnya.
Ia memberikan contoh seorang dokter spesialis yang bekerja di Papua tetapi tidak tersedia kelengkapan alat kesehatan yang memadai. Hal ini dirasa menghambat kinerja.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



