Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Kudus, Jawa Tengah Dokter Ahmad Syaifuddin mengatakan, benar adanya Indonesia kekurangan dokter spesialis seperti yang dinyatakan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin. Menurutnya, ada beberapa faktor yang mendasari hal tersebut.

”Kurangnya produksi dokter spesialis dan tidak meratanya distribusi dokter spesialis ke seluruh wilayah Indonesia menjadi penyebab," katanya, Rabu (14/12/2022).

Menurutnya, problem yang cukup penting yakni karena distribusi tenaga dokter spesialis yang tidak merata. Sebab, kebanyakan dokter spesialis hanya bertugas di kota besar.

”Sekarang pertanyaannya kenapa mereka tidak mau bertugas di tempat pelosok? Karena memang di tempat pelosok tidak dilengkapi alat kesehatan dan kehidupan yang layak," sambungnya.

Ia memberikan contoh seorang dokter spesialis yang bekerja di Papua tetapi tidak tersedia kelengkapan alat kesehatan yang memadai. Hal ini dirasa menghambat kinerja.

”Akhirnya kan tidak dapat bekerja sesuai dengan kompetensinya karena alat kesehatan, obat-obatan dan hal penunjang lainnya tidak ada," terangnya.Dia berharap ada koordinasi antara pemerintah daerah dengan pemerintah pusat terkait kebutuhan dokter spesialis. Sehingga dapat menangani pasien dengan baik.”Semua harus bekerja sama supaya pelayanan bagi pasien dapat terlaksana dengan baik," imbuhnya. Reporter: Vega Ma'arijil UlaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler