Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Ketinggian air di dalam balai desa saat ini mencapai mata kaki orang dewasa. Sementara di halaman balai desa mencapai 50 sentimeter atau setinggi lutut orang orang dewasa

Meski begitu, aktivitas dapur umum masih berjalan. Para relawan dan warga setempat memanfaatkan panggung aula balai desa yang memiliki tinggi sekitar 70 sentimeter dari lantai dasar aula.

Baca: Banjir Kudus Meninggi Lagi, 635 Orang Masih Bertahan di Enam Pengungsian

Suharto, Kepala Desa Temulus mengatakan, air menggenangi area balai desa tersebut sejak pagi tadi pukul 08.00 WIB. Penyebabnya karena adanya luapan Sungai Piji dan Sungai Dawe.

”Pagi tadi ada luapan dari Sungai Piji dan Sungai Dawe. Sehingga air masuk hingga aula balai desa. Padahal tadi malam belum ada air seperti ini," katanya.
”Pagi tadi ada luapan dari Sungai Piji dan Sungai Dawe. Sehingga air masuk hingga aula balai desa. Padahal tadi malam belum ada air seperti ini," katanya.Ia mengatakan, datangnya kiriman air dari hulu ini membuat dapur umum yang berada di aula balai desa terganggu. Meski begitu, aktivitas masih dilakukan dengan memanfaatkan area panggung.”Untuk dapur umum tetap di sini. Tetapi kalau nanti airnya semakin tinggi ya mau tidak mau pindah ke Madrasah Hidayatus Sibiyan,” imbuhnya.https://youtu.be/bzYzEg92AdgReporter: Vega Ma'arijil UlaEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler