Sabtu, 25 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Salah seorang pengungsi asal Desa Karangrowo, Kecamatan Undaan, Kudus, Sumiyati mengatakan, cucunya mengalami flu sejak Senin (2/1/2023). Ia telah memeriksakan ke pihak petugas kesehatan yang berjaga kemarin.

”Ini flu sejak kemarin. Sudah diperiksa petugas kesehatan dan diberi obat," katanya, Selasa (3/1/2023).

Ia menyebut jika lokasi pengungsian diklaim nyaman. Meski demikian ia berharap banjir yang menggenangi rumahnya setinggi pinggang orang dewasa dapat segera surut.

”Keinginannya ya tetap air segera surut supaya dapat segera pulang," imbuhnya.

Ketua Tim Relawan Posko Tanggap Bencana DPRD Kudus sekaligus Ketua Komisi C DPRD Kudus, Rochim Sutopo membenarkan hal tersebut. Saat ini pengungsi memang mulai terkena batuk dan flu.

”Batuk, pilek, dan gatal-gatal juga dialami orang dewasa," katanya.

Baca: Layani Korban Banjir Kudus Kehilangan KTP, Disdukcapil Datangi Pengungsian

Pihaknya telah menyiagakan petugas kesehatan di area DPRD Kudus. Ketersediaan obat-obatan juga tersedia.

”Nakesnya ada tiga sif. Dari Puskesmas Dawe, Puskesmas Jekulo, dan Puskesmas Bae. Karena untuk puskesmas yang wilayah kerjanya kebanjiran sedang fokus untuk mengatasi masalah di area kerjanya sendiri," sambungnya.
”Nakesnya ada tiga sif. Dari Puskesmas Dawe, Puskesmas Jekulo, dan Puskesmas Bae. Karena untuk puskesmas yang wilayah kerjanya kebanjiran sedang fokus untuk mengatasi masalah di area kerjanya sendiri," sambungnya.Menurutnya, batuk dan flu merupakan hal yang lumrah dialami oleh pengungsi. Terlebih saat ini masih musim hujan.”Tidak masalah karena masih penyakit ringan dan sudah diperiksa oleh petugas kesehatan. Kalau untuk pengungsi dengan kondisi parah tidak ada," terangnya.Baca: Jalan Pantura Tanggulangin Kudus Banjir, Contra Flow DiberlakukanSementara itu, salah seorang petugas kesehatan dari RSUD dr Loekmono Hadi yang sedang bertugas, Inaya Normafianti membenarkan saat ini mulai ada pengungsi yang terserang batuk dan flu. Selain itu ada juga yang terkena darah tinggi, panas, mual, dan diare.Untuk balita memang kerap terserang batuk dan pilek. Sebab, daya tahannya lebih lemah.”Balita kan daya tahannya lemah. Apalagi cuacanya sedang seperti ini. Tetapi obatnya tersedia," imbuhnya. Reporter: Vega Ma'arijil UlaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler