Buka Pengungsian Banjir Kudus, DPRD: Bukan karena Tahun Politik
Vega Ma'arijil Ula
Selasa, 3 Januari 2023 16:17:39
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Ada 209 korban banjir yang mengungsi di DPRD Kudus per Selasa (3/1/2023). Pengungsi berasal dari Desa Karangrowo, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus.
Jarak Desa Karangrowo dengan tempat pengungsian gedung DPRD Kudus di Desa Getas Pejaten terlampau jauh. Yakni sekitar 13 Kilometer.
Ketua DPRD Kudus Masan mengatakan alasan penempatan pengungsian di gedung DPRD Kudus bukan karena semakin dekatnya tahun politik.
”Tidak ada kaitannya dengan politik. Gedung DPRD Kudus ini kan rumah rakyat. Tidak ada salahnya membuka posko dan itu pilihan pengungsi juga pengen mengungsi di mana," katanya, Selasa (3/1/2023).
Baca: Pengungsi Banjir di DPRD Kudus Mulai Terserang Batuk dan Flu
Lebih lanjut, pihaknya murni ingin membantu masyarakat. Pihaknya juga mengupayakan fasilitas selama di pengungsian.
”Kalau mau fair-fair-an Desa Karangrowo itu bukan pendukung saya lho. Ada caleg-caleg dari partai lain. Kami hanya mengupayakan pengungsi ini tidak terlantar," tandasnya.
Ketua Tim Relawan Posko Tanggap Bencana DPRD Kudus sekaligus Ketua Komisi C DPRD Kudus, Rochim Sutopo menanggapi santai jika ada yang beranggapan jika aksi sosial tersebut dikaitkan dengan politik.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



