Sabtu, 25 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Muhammad Muchlis merupakan warga Dukuh Tanggulangin, RT 05, RW 03, Desa Jati Wetan, Kudus. Ia mempunyai keahlian dalam bidang pertukangan kayu.

Saat dijumpai Murianews, dirinya sedang menyelesaikan perahu buatannya yang akan digunakan untuk membantu korban banjir Kudus.

Sampan tersebut terbuat dari kayu dan dicat warna biru. Muchlis mengatakan, dirinya mulai membuat perahu sejak Minggu (1/1/2023).

”Sejak hari Minggu sudah mulai persiapan. Karena hari Sabtu (31/12/2023) kan sudah mulai banjir," katanya, Kamis (5/1/2023).

Baca:Cerita Warga Kudus Bertahan di Tengah Banjir, Susah Cari Sarapan demi Jaga Harta

Perahu ukuran 4x1 meter tersebut dilengkapi dengan mesin tempel. Sehingga bisa dengan mudah membelah banjir.

”Sejauh ini persiapannya tinggal merampungkan mengecat saja dan sudah 80 persen. Kapasitasnya dapat dinaiki tujuh orang," sambungnya.

Muchlis menambahkan, dirinya membuat perahu dengan tujuan untuk memudahkan mobilisasi keluarganya. Selain itu, dia ingin membantu warga sekitar agar dapat berpindah tempat.
Muchlis menambahkan, dirinya membuat perahu dengan tujuan untuk memudahkan mobilisasi keluarganya. Selain itu, dia ingin membantu warga sekitar agar dapat berpindah tempat.”Untuk warga juga dan tidak saya pungut biaya. Hari ini setelah jadi akan saya tes dahulu," terangnya.Baca: SMK NU Ma’arif Kudus Buka Jasa Servis Motor Gratis di Lokasi BanjirNiat itu timbul setelah beberapa hari lalu ada dua warga di sekitar rumahnya yang butuh dievakuasi. Alasan lainnya, debit air yang tak kunjung menurun membuatnya harus beradaptasi dengan air.Ia mengaku sudah menghabiskan hampir tiga juta rupiah untuk pembuatan perahu itu. Uang itu berasal dari kantong pribadinya.”Harapannya perahu ini dapat membantu keluarga saya dan warga sekitar untuk beraktivitas," imbuh pria berusia 59 tahun itu.https://youtu.be/YNXSgcq50zMReporter: Vega Ma'arijil UlaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler