Sabtu, 25 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Rosad, warga yang tinggal di kos-kosan di RT 03, RW 03, Desa Jati Wetan enggan mengungsi. Dirinya lebih memilih tinggal di bawah kolong Jembatan Tanggulangin.

Saat berpapasan dengan wartawan Murianews, Rosad sedang memindahkan barang-barangnya dari kos-kosan menuju ke bawah kolong Jembatan Tanggulangin.

Beberapa barang bawaannya seperti air mineral dan beberapa pakaian yang dibungkus dengan kresek plastik.

”Saya tidak mengungsi karena saya harus jaga juga di area sini (Desa Jati Wetan, red). Setiap malam ngeronda. Makanya lebih milih tinggal di bawah kolong Jembatan Tanggulangin. Hari ini ngambil pakaian ganti," katanya, Kamis (5/1/2023).

Baca: Kolong Jembatan Tanggulangin Kudus jadi Pengungsian Motor Korban Banjir
Baca: Kolong Jembatan Tanggulangin Kudus jadi Pengungsian Motor Korban BanjirMeski demikian, ia merasa lebih nyaman untuk tinggal sementara di bawah kolong Jembatan Tanggulangin. Bahkan dia sudah tinggal di Jembatan Tanggulangin sejak hari Minggu (1/1/2023) lalu.”Sudah sejak hari Minggu lalu tinggal di bawah Jembatan Tanggulangin. Di sana juga jadi tempat naruh sepeda motor korban banjir," imbuhnya. Reporter: Vega Ma'arijil UlaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler