Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Pedagang beras di Pasar Bitingan Kudus, Wanti mengatakan, pasokan beras saat ini mulai sulit. Dirinya mengaku biasanya mudah untuk kulak 3 hingga 4 ton beras.

”Tetapi seminggunan ini minta tiga ton, hanya dikasih dua ton. Info dari selepan beras terganggu cuaca karena hujan terus. Pasokan berasnya jadi sulit, padinya tidak kering," katanya, Jumat (6/1/2023).

Padahal saat ini stok beras di kiosnya hanya tinggal sekitar 5 kuintal saja. Jumlah itu  biasanya tidak sampai dua hari. Ia pun terancam tak bisa jualan.

Baca:Daging Ayam di Kudus Turun Harga, Bagaimana Daging Sapi dan Kerbau?

Pedagang beras di Pasar Bitingan, Safaah mengatakan hal yang sama. Menurutnya, saat ini pasokan sudah sulit.

”Pasokannya mulai sulit. Karena tidak ada sinar matahari. Suplai ke sini terbatas," ujarnya.Dirinya saat ini juga tidak berani kulak beras dalam jumlah besar. Sebab, saat ini pembelinya juga tidak begitu banyak. Di kiosnya stoknya juga tidak ada satu ton.”Pembelinya mulai berkurang juga. Jadi ya tidak berani ambil stok dalam jumlah banyak," imbuhnya. Reporter: Vega Ma'arijil UlaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler