Sabtu, 25 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kepala Bidang (Kabid) Peternakan Dispertan Kabupaten Kudus, Agus Setiawan mengatakan, pihaknya telah mengusulkan sekitar 1.200 sperma beku ke Balai Inseminasi Buatan Jawa Tengah.

Upaya ini dilakukan agar dapat memenuhi tingginya permintaan kebutuhan kambing. Menurut Agus setiap tahunnya permintaan kebutuhan kambing mencapai Rp 4 ribu.

Jumlah tersebut hanya saat momen Iduladha saja, belum termasuk permintaan untuk pedagang sate dan lainnya. ”Rencananya pengambilan di bulan Maret tahun ini," katanya, Selasa (10/1/2023).

Menurut Agus, penggunaan Inseminasi Buatan lebih efektif ketimbang membeli bibit hewan ternak untuk didatangkan ke Kota Kretek. Sebab, membeli bibit ternak membutuhkan anggaran yang lebih besar.

”Risikonya juga lebih besar. Karena bisa juga terjadi kematian. Kalau sudah ada sperma beku kan tinggal disuntikkan ke ternak sapi atau kambing betina," sambungnya.

Baca: Ini Ciri-Ciri Hewan Ternak Siap Suntik Inseminasi Menurut Dispertan Kudus

Lebih lanjut, perihal metode pembagian Inseminasi Buatan pihaknya memiliki dua opsi untuk kambing dan sapi. Yakni 60:40 atau 70:30 dengan opsi penyuntikan ke populasi kambing yang lebih banyak dibandingkan penyuntikan ke sapi.

”Kami juga mendorong peternak untuk membeli kambing betina daripada membeli kambing jantan. Tujuannya supaya dapat dilakukan inseminasi buatan," terangnya.Menurut dia penggunaan Inseminasi Buatan terbilang mudah. Karena hanya melakukan penyuntikan di alat reproduksi.Baca: Ini Warna Sperma Sehat yang Penting Diketahui para PriaPihaknya akan melakukan deteksi kebuntingan terlebih dahulu sebelum melakukan penyuntikan inseminasi buatan. Hal itu dilakukan agar inseminasi buatan berjalan lebih efektif.”Setiap kali ada peternak yang meminta fasilitas inseminasi buatan akan kami USG dahulu hewan ternaknya untuk mendeteksi kebuntingan hewan ternak tersebut," imbuhnya. Reporter: Vega Ma'arijil UlaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler