Belum Ada Temuan Sapi Terkena Penyakit LSD di Kudus
Vega Ma'arijil Ula
Rabu, 11 Januari 2023 11:05:15
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Diketahui, penyakit LSD merupakan penyakit kulit infeksius yang disebabkan Lumpy Skin Disease Virus (LSDV). Penyakit ini kerap ditemukan pada sapi dan kerbau.
Kepala UPT Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Kudus Drh Anton Cahyono mengatakan, saat ini di Kota Kretek belum ada temuan kasus LSD. Meski begitu, menurutnya daerah di sekitar Kabupaten Kudus sudah ada temuan.
”Di daerah Demak, Pati, dan Semarang sudah ada temuan. Bukan tidak mungkin di Kudus bisa juga terkena," katanya, Rabu (11/1/2023).
Baca: Mengenal Penyakit LSD yang Mengancam Sapi dan Gejalanya
Menurutnya ketika ada temuan kasus di satu tempat, bukan tidak mungkin dapat menular ke tempat lain. Hal itu berkaca pada kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
”Lingkup penularan bahkan tidak hanya di area regional kabupaten saja. Bahkan dalam satu pulau ketika ada temuan, ada potensi risiko menularkan. Seperti PMK kemarin," imbuhnya.
Hal senada disampaikan oleh Kepala Bidang (Kabid) Peternakan Dispertan Kabupaten Kudus, Agus Setiawan. Menurutnya, sejauh ini belum ada temuan kasus LSD pada sapi maupun kerbau di Kudus.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



