Cegah Kematian Ibu dan Bayi, Bidan di Kudus Diminta Beri Pelayanan 10 T
Vega Ma'arijil Ula
Kamis, 12 Januari 2023 15:47:29
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Data yang dihimpun Murianews, Angka Kematian Ibu (AKI) di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah tahun 2022 tercatat 11 kasus. Sedangkan Angka Kematian Bayi (AKB) berjumlah 105 kasus.
Ketua IBI Kudus Darini mengatakan, pihaknya tetap mengacu pada aturan pemerintah untuk penangan AKI. Pihaknya bakal melakukan pencegahan menggunakan ANC atau anteatal care yang dilakukan dengan mekanisme 10 T.
Mekanisme 10 T tersebut terdiri dari timbang badan, tensi, tinggi fundus uteri, status Tetanus Toksoid (TT), tambah darah, tes laborat rutin, status gizi, PMTCT (prevent mother to child transmition, temu wicara, dan tata laksana rujukan.
”Akan kami minta ke bidan untuk memberikan pelayanan 10 T itu. Kami berikan penyuluhan ke remaja, pra nikah, ibu hamil, ibu nifas, ibu bersalin, dan ibu-ibu yang baru saja selesai masa nifas," katanya, Kamis (12/1/2023).
Baca: IDI Kudus Beberkan Bahaya Mengonsumsi Jajanan Ciki Ngebul
Pihaknya juga menyarankan ibu-ibu mengikuti program Keluarga Berencana (KB). Tujuannya untuk meningkatkan kesehatan ibu.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



