Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Data yang dihimpun Murianews, Angka Kematian Ibu (AKI) di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah tahun 2022 tercatat 11 kasus. Sedangkan Angka Kematian Bayi (AKB) berjumlah 105 kasus.

Ketua IBI Kudus Darini mengatakan, pihaknya tetap mengacu pada aturan pemerintah untuk penangan AKI. Pihaknya bakal melakukan pencegahan menggunakan ANC atau anteatal care yang dilakukan dengan mekanisme 10 T.

Mekanisme 10 T tersebut terdiri dari timbang badan, tensi, tinggi fundus uteri, status  Tetanus Toksoid (TT), tambah darah, tes laborat rutin, status gizi, PMTCT (prevent mother to child transmition, temu wicara, dan tata laksana rujukan.

”Akan kami minta ke bidan untuk memberikan pelayanan 10 T itu. Kami berikan penyuluhan ke remaja, pra nikah, ibu hamil, ibu nifas, ibu bersalin, dan ibu-ibu yang baru saja selesai masa nifas," katanya, Kamis (12/1/2023).

Baca: IDI Kudus Beberkan Bahaya Mengonsumsi Jajanan Ciki Ngebul

Pihaknya juga menyarankan ibu-ibu mengikuti program Keluarga Berencana (KB). Tujuannya untuk meningkatkan kesehatan ibu.
Pihaknya juga menyarankan ibu-ibu mengikuti program Keluarga Berencana (KB). Tujuannya untuk meningkatkan kesehatan ibu.”Kalau ikut KB kan bisa menunda hamil. Sehingga kondisi kesehatan ibu lebih baik dan punya waktu untuk mengasuh anak lebih banyak serta dapat lebih fokus memperhatikan tumbuh kembang anak," sambungnya.Menurutnya, pencegahan AKI dan AKB sangat penting. Dampaknya dapat mempersiapkan generasi Indonesia yang baik.”Bayi itu kan usianya nol sampai satu tahun. Itu masa-masa riskan. Makanya ibu maupun keluarga yang lainnya harus ikut berpartisipasi untuk menjaga kesehatan bayi. Harapan kami AKI dan AKB di Kudus bisa zero kasus," imbuhnya. Reporter: Vega Ma'arijil UlaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler