Sabtu, 25 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Bidan Delima merupakan sistem standarisasi kualitas pelayanan bidan praktik swasta. Bidan yang sudah memiliki brand bidan delima diklaim lebih berkualitas dibandingkan dengan bidan lain.

Ketua IBI Kudus Darini mengatakan, di tahun ini pihaknya perlu melakukan pendataan ulang. Sebab, beberapa tahun terakhir Bidan Delima di Kudus ada yang telah berusia lanjut dan ada yang telah meninggal.

”Kami update data dulu jumlah bidan di Kudus ada berapa. Kemudian yang sudah menjadi Bidan Delima ada berapa segera kami data lagi," katanya, Jumat (13/1/2023).

Baca:Tahukah Kamu Apa Itu Bidan Delima? Ini Penjelasannya

Darini menjelaskan, jumlah total bidan di Kabupaten Kudus saat ini ada 850 orang. Sedangkan yang sudah menjadi Bidan Delima tercatat 132 orang.
Darini menjelaskan, jumlah total bidan di Kabupaten Kudus saat ini ada 850 orang. Sedangkan yang sudah menjadi Bidan Delima tercatat 132 orang.”Kami juga mengajak bidan yang belum menjadi Bidan Delima agar segera menjadi Bidan Delima. Karena Bidan Delima ini kan sudah punya brand dan selangkah lebih maju daripada yang belum menjadi Bidan Delima," sambungnya.Pihaknya tetap mendorong dan menyosialisasikan agar bidan di Kota Kretek mau menjadi Bidan Delima. Sehingga pelayanan yang diberikan ke masyarakat lebih optimal. Reporter: Vega Ma'arijil UlaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler