Jumat, 24 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Penyakit LSD merupakan penyakit kulit infeksius yang disebabkan Lumpy Skin Disease Virus (LSDV). Penyakit ini kerap ditemukan pada sapi dan kerbau.

Kepala Bidang (Kabid) Peternakan Dispertan Kabupaten Kudus, Agus Setiawan mengatakan, saat ini pihaknya masih memiliki 200 dosis vaksin LSD.

”Sasarannya sama seperti beberapa waktu lalu saat ada indikasi hewan ternak mengarah ke LSD. Yakni di Desa Lau dan Desa Kaliwungu. Tetapi saat itu setelah kami ambil sampel, ternyata hasilnya negatif," katanya, Rabu (25/1/2023).

Baca: 552 Sapi di Sragen Terserang LSD, 6 di Antaranya Mati

Agus menjelaskan, beberapa hari lalu pihaknya mengambil sampel lima hewan kerbau di Desa Lau, Kecamatan Dawe, Kudus. Namun, hasilnya negatif LSD.

”Untuk di Desa Kaliwungu, (Desa Kaliwungu, Kecamatan Kaliwungu, Kudus, red) itu ada sapi perah tiga ekor. Tetapi tidak kami ambil sampel. Hanya kami beri obat," sambungnya.Lebih lanjut, pihaknya tidak menutup kemungkinan vaksinasi LSD juga dilakukan di desa lain. Pihaknya fokus di beberapa titik rawan, acuannya terdapat banyak populasi pedagang dan tingginya tingkat persebaran.”Pemberian vaksin itu nanti untuk hewan ternak yang sehat. Karena saat ini juga vaksinnya masih terbatas baru punya 200 dosis," imbuhnya.https://youtu.be/JXKKX_p5n8IReporter: Vega Ma'arijil UlaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler