Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Penyakit LSD merupakan penyakit kulit infeksius yang disebabkan Lumpy Skin Disease Virus (LSDV). Penyakit ini kerap menyerang pada sapi dan kerbau dengan gejala muncul nodul mirip cacar pada bagian tubuh hewan ternak.

Pihak Dispertan Kabupaten Kudus awalnya memiliki ketersediaan 200 dosis vaksin LSD. Setelah digunakan penyuntikan ke 80 sapi perah, saat ini sisa vaksin LSD berjumlah 120 dosis.

”Kami gunakan 80 dosis vaksin LSD ke sapi perah yang ada di daerah Kaliwungu pada tanggal 25 Januari," kata Sub Koordinator Produksi dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus, Sidi Pramono, Selasa (31/1/2023).

Baca: LSD Meledak di Grobogan, 551 Ternak Terjangkit

Menurut Sidi, sisa 120 dosis vaksin LSD itu tidak cukup untuk digunakan ke semua ternak yang ada di Kudus. Pihaknya dalam waktu dekat akan minta pasokan lagi ke Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah.

”Kami akan minta lagi (ke Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah, red). Karena vaksinasi LSD ini kan sebagai antisipasi LSD," sambungnya.

Lebih lanjut, menurut Sidi ternak yang terpapar LSD memiliki risiko kerugian ekonomi. Sehingga menyulitkan peternak.”Bahaya LSD ini lebih ke kerugian ekonomi. Kalau dagingnya masih dapat dikonsumsi," terangnya.Pihaknya menyebut tetap waspada dengan adanya LSD. Terlebih menurutnya virus LSD ini sudah ditemukan di Kabupaten Jepara, Grobogan, Blora, dan daerah-daerah lainnya.Di Kota Kretek, pihaknya mengaku telah menemukan gejala mengarah ke LSD pada delapan ekor kerbau dari empat orang peternak di Kabupaten Kudus. Namun, keseluruhannya negatif LSD. Reporter: Vega Ma'arijil UlaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler