Jumat, 24 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Temuan darah mengandung penyakit ini saat PMI menggelar donor darah selama tahun 2022.

Sekretaris PMI Kudus, Imam Santosa mengatakan, selama 2022 ada beragam temuan darah berpenyakit. Di antaranya penyakit sifilis, HIV, hepatitis.

Penyakit-penyakit tersebut diketahui setelah PMI melakukan skrining atas darah donor yang diterima. Darah yang berpenyakit itu kemudian dimusnahkan.

Meski ada temuan, pihaknya mengaku tidak masalah. Sebab, jumlah temuan darah berpenyakit itu tidak lebih banyak dari jumlah darah yang sehat.

Data yang dihimpun Murianews, sepanjang tahun 2022 ada 19.534 kantong darah. Sedangkan permintaan darah di tahun 2022 ada 20.351 kantong.

"Masyarakat tidak perlu khawatir karena sudah ada skriningnya," katanya, Rabu (1/2/2023).

Baca: 12 Orang di Kudus Meninggal karena HIV
Baca: 12 Orang di Kudus Meninggal karena HIVImam menambahkan, bagi pendonor yang darahnya berpenyakit juga tidak perlu khawatir. Sebab, identitas orang tersebut dirahasiakan.”Pendonor yang darahnya berpenyakit itu juga kami beri edukasi," sambungnya.Menurutnya, temuan darah berpenyakit tidak dapat dihindari. Sebab, setiap ada darah yang masuk memang harus diskrining.”Justru membantu pendonor karena kan jadi tahu, sehingga ada penanganan dan pendampingan. Selain itu juga bisa menyumbang data ke DKK (Dinas Kesehatan Kabupaten, red)," imbuhnya. Reporter: Vega Ma'arijil UlaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler