Jumat, 24 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Hingga saat ini Kabupaten Kudus diklaim masih nol kasus LSD. Sebelumnya ada temuan delapan ekor kerbau mempunyai gelaja terserang LSD, namun setelah diperiksa dinyatakan negatif.

Sub Koordinator Produksi dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus, Sidi Pramono mengatakan, pihaknya melakukan pantauan lalu lintas keluar masuknya ternak ke Kota Kretek.

Langkahnya dilakukan dengan melakukan pantauan ternak di Pasar Hewan Desa Gulang, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus.

”Saat Kliwonan di Pasar Hewan Gulang itu kami lakukan pantauan. Beberapa waktu lalu sudah kami lakukan dan tidak ada temuan LSD," katanya, Kamis (2/2/2023).

Baca: Kudus Diklaim Masih Nol Kasus LSD pada Sapi dan Kerbau

Pihaknya juga turun ke pedagang yang telah membeli hewan ternak dari luar Kota Kretek. Sehingga dapat melakukan pencegahan dini.

”Ke kandang-kandang ternak di beberapa desa juga kami lakukan. Karena saat ini di eks-Karesidenan Pati seperti Jepara, Pati sudah ada temuan," sambungnya.

Sidi menambahkan, menurutnya semua daerah rentan terpapar penyakit LSD. Dia tidak berani berspekulasi memilih vaksinasi ke sapi perah saja atau ke sapi potong.”Untuk vaksinasi kami juga tidak mau pilih-pilih. Tidak mau spekulasi sapi perah saja atau sapi potong. Semua akan kami vaksin LSD," terangnya.Baca: Peternak Wajib Tahu, Ini Gejala LSD yang Menyerang Sapi dan KerbauMenurutnya penyakit LSD tidak lebih ganas dari penyakit mulut dan kuku (PMK). Tetapi efek dari penyakit LSD dapat menurunkan produksi susu.”Produksi susu sapi kalau terkena LSD itu bisa menurun. Karena ternak ketika terkena LSD itu makannya pasti berkurang, nutrisinya berkurang, sehingga produksinya turun," imbuhnya. Reporter: Vega Ma'arijil UlaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler