Jumat, 24 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Hartopo mengatakan, keberadaan pedagang pasar sayur malam di Bitingan Kudus membuat kesan kotor dan kumuh. Terlebih lokasinya berada di tengah kota.

”Karena mengganggu lalulintas, kotor dan kumuh. Letaknya kan di tengah kota," katanya, Kamis (2/2/2023).

Hartopo menyebut, permasalahan relokasi sudah disosialisasikan sejak sebulan yang lalu. Sehingga pedagang seharusnya sudah mulai pindah.

”Mereka seharusnya sudah mulai pindah. Karena kan sudah ada sosialisasi. Tetapi saya tidak tahu ya mereka memang tidak tahu atau sengaja tidak tahu. Padahal sudah kami sosialisasikan," sambungnya.

Baca: Calon Lapak Relokasi Pedagang Sayur Bitingan Kudus Mulai Diukur

Orang nomor satu di Kota Kretek itu tidak menampik banyak kendala yang dihadapi saat melakukan relokasi. Salah satunya pedagang yang masih ngotot enggan dipindah.Hartopo menambahkan, pedagang masih perlu diberi sosialisasi lagi. Sehingga paham dan mau dipindah dan tak membuat kawasan kota menjadi kumuh.”Semua harus bersih (kawasan luar Pasar Bitingan Kudus, red). Karena letaknya kan di tengah kota," imbuhnya. Reporter: Vega Ma'arijil UlaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler