Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Data yang dihimpun Murianews di lapangan, harga beras medium di Kota Kretek saat ini Rp 11.500 per kilogram nail dari yang sebelumnya Rp 11.000 ribu. Harga tersebut dapat lebih tinggi ketika sudah di pengecer, yakni sejumlah Rp 12 ribu.
Para pedagang beras menyebut biang keladi naiknya harga beras lantaran gagal panen. Yakni karena adanya bencana banjir.
Namun, Biro Perekonomian Setda Provinsi Jawa Tengah, Amar Ustadi memiliki penilaian tersendiri. Dia berpendapat, kenaikan harga beras tidak disebabkan karena gagal panen.
”Bukan karena gagal panen. Tetapi memang panen di bulan Januari belum maksimal. Kalau tanamnya November atau Desember, panen maksimalnya itu 105 hari setelahnya. Yakni di bulan Maret atau April," katanya, Sabtu (11/2/2023).
Baca: Bulog Bakal Gelar Operasi Pasar Beras di Kudus, Segini Harganya
Dia melanjutkan, bulan Maret dan April tersebut merupakan puncak masa panen. Hasilnya, pasokan beras juga menjadi surplus.
”Kalau Januari belum maksimal. Antara ketersediaan dengan kebutuhan yang lebih banyak, maka akan defisit," sambungnya.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



