Jumat, 24 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Ada 90 desa di Kudus yang menggelar seleksi perangkat desa. Metode tes seleksinya menggunakan metode Computer Assisted Test (CAT) dan Lembar Jawaban Komputer (LJK).

Sebanyak 4.929 peserta bakal ikut seleksi. Mereka memperebutkan 252 formasi.

Lokasi tes tersebar di sejumlah tempat, salah satunya di SMPN 1 Kudus. Di tempat ini, peserta mulai mengerjakan tes pukul 07.00 WIB. Mereka tampak serius menyelesaikan soal tes.

Di SMP 1 Kudus terdapat 11 ruangan. Masing-masing ruangan diisi 30 peserta. Mereka berasal dari beberapa desa. Seperti Desa Gamong, Garung Kidul, Glagahwaru, Kalirejo, Bulungcangkring, Cendono, Dukuh waringin, Kalirejo, dan lainnya.

Sementara itu, di SMAN 1 Kudus tes seleksi perangkat desa diikui 522 peserta dari sepuluh desa.

Mereka dibagi dalam enam sesi tes yang dimulai pukul 08.00 WIB. Setelah mengerkan tes, peserta langsung melihat hasil tes di layar yang tersedia di halaman.

Tes seleksi perangkat desa juga digelar di IAIN Kudus untuk peserta dari Desa Ngembalrejo, Kecamatan Bae, Kudus. Proses seleksi berlangsung ketat.

Baca: Hasil Tes Seleksi Perangkat Desa di Kudus Keluar Pukul Tiga Sore

Seleksi yang digelar tersebut diikuti 76 peserta. Mereka memperebutkan empat formasi, yakni formasi sekdes, formasi kasi pemerintah, dan dua formasi kadus.
Seleksi yang digelar tersebut diikuti 76 peserta. Mereka memperebutkan empat formasi, yakni formasi sekdes, formasi kasi pemerintah, dan dua formasi kadus.”Prosesnya ketat karena ada beberapa tata tertib yang harus ditaati peserta. Tidak boleh membawa tas, handphone, dan alat hitung. Yang boleh hanya alat tulis seperti bulpoin, pensil 2B dan penghapus," kata Ketua Panitia Pelaksana Penyaringan Pengisian Perangkat Desa Ngembalrejo dari Polines, Endro Wasito, Selasa (14/2/2023).Selama pelaksanaan tes tidak diperbolehkan meminjam alat tulis ke sesama peserta. Hal ini untuk menghindari kecurangan menyontek antarpeserta.”Makanya kami siapkan lima pengawas di satu ruangan. Satu pengawas mengawasi 20 peserta," sambungnya.Baca: Tes Perangkat Desa di Ngembalrejo Kudus Pakai LJK, Polines Jamin Soal Tak BocorDia menambahkan, tiap-tiap peserta juga dipastikan tidak dapat menyontek. Sebab, peserta yang satu dengan yang lainnya tidak tahu formasi yang dilamar.”Karena untuk pengetahuan khusus soalnya beda. Harapan kami seleksi pengisian perangkat desa dapat berjalan lancar," imbuhnya.https://youtu.be/Y2KwjIerUZkReporter: Vega Ma'arijil UlaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler