Jumat, 24 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kedua pasangan tersebut yakni Mukhamad Rifail Anam dan Novia Rosalina. Rifail melamar formasi Kadus Boto Kidul, Desa Ngembalrejo. Sedangkan istrinya, Novia melamar formasi Kadus Ngetuk, Desa Ngembalrejo.

Murianews menyambangi tempat tinggal pasangan tersebut. Lokasinya ada di RT 01, RW 04, Desa Ngembalrejo.

Rifail, merupakan warga asli Desa Ngembalrejo. Sehari-hari dia bekerja sebagai tenaga kontrak penginput data di Badan Pusat Statistik (BPS) Kudus. Dia merupakan lulusan S1, Akuntansi di Universitas Muria Kudus.

Sementara istrinya merupakan warga asli Desa Kedungsari, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus. Namun, saat ini sudah ikut suami tinggal di Desa Ngembalrejo.

Baca: Pasutri Muda di Kudus Ini Kompak Lolos Seleksi Perangkat Desa

Dia sehari-hari sebagai ibu rumah tangga. Sama dengan suaminya, dia merupakan lulusan S1, Akuntansi, Universitas Muria Kudus.

Keduanya mengikuti tes di IAIN Kudus, Yakni menggunakan metode Lembar Jawaban Komputer (LJK). Proses seleksi berlangsung pada Selasa (14/2/2023) dengan pihak penyelenggara Politeknik Negeri Semarang (Polines).

”Awal mulanya dapat info dari leaflet yang ditempel di Balai Desa Ngembalrejo. Informasinya kan semua warga bisa ikut. Entah dari Desa Ngembalrejo atau luar Desa Ngembalrejo. Akhirnya saya bersama istri coba daftar sekitar bulan November 2022," kata Rifail, Rabu (15/2/2023).

Baca: Nilai Tes Tiba-Tiba Berubah, 13 Peserta Seleksi Perangkat Desa Wadul ke Ansor Kudus
Baca: Nilai Tes Tiba-Tiba Berubah, 13 Peserta Seleksi Perangkat Desa Wadul ke Ansor KudusDia melanjutkan, awalnya sempat melirik lowongan Sekretaris Desa (Sekdes) Ngembalrejo. Tetapi merasa keberatan lantaran tidak memiliki latarbelakang hukum.”Akhirnya memilih mendaftar formasi Kadus. Karena peluangnya lebih besar mengingat ada dua formasi untuk Kadus. Formasi lainnya yakni satu sekdes dan satu formasi kasi pemerintah," sambungnya.Istrinya juga memilih formasi kadus karena memang kuota formasinya lebih besar dibandingkan formasi lainnya. Hingga akhirnya memutuskan untuk mendaftarkan diri.Baca: Seleksi Perangkat Desa di Kudus Diwarnai Sejumlah Kejanggalan”Suami saya peringkat satu dan mendapatkan skor 81,33. Kalau saya peringkat satu juga dan mendapatkan skor 76,00," ujar Novia.Novia berharap ke depannya dia dan suaminya dapat mengemban tugas dengan baik. Sehingga dapat membawa desa ke arah yang lebih baik. ”Harapannya kami bisa menyelesaikan tugas-tugas dengan baik," imbuh Novia. Reporter: Vega Ma'arijil UlaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler