Jumat, 24 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Disebutkan jika terdapat ketersendatan produksi Minyakita di Jawa Tengah.

Mochamad Santoso, Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Provinsi Jawa Tengah mengatakan, memang ada ketersendatan distribusi. Tetapi tidak berarti langka.

”Ada ketersendatan karena pihak produsennya dari Semarang bernama PT Best belum menyalurkan lagi. Kemungkinan juga karena produsen tersebut harus memproduksi minyak merek lain juga," katanya, Kamis (16/2/2023).

Baca: Cek 5 Pasar di Kota Semarang, Ganjar Tak Temukan Satupun Minyakita di Pasaran

Santoso menjelaskan, PT Best merupakan produsen minyak yang berlokasi di kawasan Pelabuhan Tanjung Mas Semarang, Jawa Tengah. Salah satunya memproduksi Minyakita

”Sehingga memang ada ketersendatan dari distributor ke pedagang dan pedagang ke konsumen," sambungnya.

Lebih lanjut, pihaknya akan mencoba berkoordinasi ke Kementerian Perdagangan. Sehingga ke depannya ada solusi untuk ketersendatan Minyakita di wilayah Jawa Tengah.

”Minyakita saat ini memang menjadi primadona. Karena harganya murah dan kualitasnya terjamin," imbuhnya.
”Minyakita saat ini memang menjadi primadona. Karena harganya murah dan kualitasnya terjamin," imbuhnya.Baca: Pengumuman! Beli Minyakita Maksimal 10 Kg Per Hari Per OrangHal yang sama disampaikan oleh Kepala Bidang Fasilitasi Perdagangan, Promosi dan Perlindungan Konsumen Dinas Perdagangan Kudus, Minan Mochamad. Menurutnya, memang ada ketersendatan distribusi Minyakita. Tetapi masyarakat masih bisa mencoba merek lainnya.”Iya memang masih tersendat ya. Tetapi kan masyarakat masih bisa membeli merek lainnya," imbuhnya.Sementara itu, salah seorang pedagang di Pasar Bitingan Kudus, Beni Irianto mengatakan, saat ini masih belum ada dropping Minyakita. Padahal, peminatnya masih banyak.”Masih belum ada dropping. Padahal yang nyari banyak sampai 20 orang lebih sehari. Tetapi barangnya kan tidak ada," terangnya. Reporter: Vega Ma'arijil UlaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler