Jumat, 24 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Sub Koordinator Surveilans Imunisasi DKK Kudus, Aniq Fuad mengatakan, keberadaan kantin sehat dirasa perlu. Sebab, dapat memberikan asupan jajan yang sehat bagi siswa di sekolah.

Aniq menambahkan, perlunya kantin sehat berkaca pada kejadian keracunan yang dialami oleh 26 siswa di SDN 2 Mejobo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Mereka diduga keracunan dari jajan makaroni telor (maklor) dan jasuke yang dijual oleh pedagang di sekitar sekolah.

”Kantin sehat di sekolah perlu digalakkan. Supaya siswa tidak jajan sembarangan," katanya, Kamis (16/2/2023).

Lebih lanjut, kantin sehat itu harus berada di area sekolah. Bisa dari pihak sekolah sendiri, atau mendatangkan dari pihak dari luar untuk jualan di sekolah.

”Makanan yang dijual merupakan makanan yang sehat. Jangan lagi makanan yang mengandung micin-micin," terangnya.

Baca: Kasus Keracunan Siswa SD di Kudus, Sisa Jajan Dibawa ke LaboratMenurutnya, siswa harus mulai dikenalkan dengan jajanan yang sehat. Termasuk orang tua harus membawakan bekal bagi siswa.”Orang tua harus membawakan anak bekal dari rumah. Kemudian anak harus diingatkan untuk sarapan terlebih dahulu. Selain itu harus dibawakan bekal juga," imbuhnya. Reporter: Vega Ma'arijil UlaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler