Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Para pedagang pun mengakui jika harga tersebut terlalu mahal. Namun mereka tak bisa berbuat banyak.
Salah satu pedagang di Pasar Jember, Kudus, Siti Aminah mengatakan, kenaikan harga terjadi sejak sebulan lalu dan hingga kini masih belum turun.
”Harga sebelumnya Rp 11 ribu. Kemudian naik jadi Rp 12 ribu per kilogram. Bahkan dulu awalnya sempat Rp 10.500," katanya, Selasa (21/2/2023).
Menurutnya, pembelinya saat ini mengeluh. Sebab, beras merupakan kebutuhan pokok. ”Kalau normalnya itu harga beras Rp 10 ribu per Kilogram," sambungnya.
Kenaikan harga beras berdampak pada penjualannya. Sebelum adanya kenaikan harga beras, dia mampu menjual sejumlah 25 kilogram per hari.
Baca: Mentan Ungkap Bulan Ini Sudah Mulai Panen Raya, Harga Beras Turun?
Saat ini rata-rata ia hanya mampu menjual separuhnya saja. ”Penjualannya menurun karena yang beli putar balik tidak jadi beli," terangnya.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



