Prospek Ternak Ayam Petelur di Kudus Masih Menjanjikan, Ini Buktinya
Vega Ma'arijil Ula
Senin, 6 Maret 2023 15:04:58
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Abdul Ghofur, peternak ayam petelur di Desa Gribig, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah mengatakan, produksi telur di tempatnya 50 kg per hari selalu ludes.
Ia mempunyai kandang ayam petelur yang berada di RT 01, RW 07 Desa Gribig, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus. Sebanyak 50 kilogram telur itu dihasilkan dari sekitar 1.200 ekor ayam yang dimilikinya.
”Tahun ini saya melihat prospek ayam petelur masih bagus. Permintaan dari toko-toko yang ada di Desa Gribig sendiri saja juga masih ada setiap harinya," katanya, Senin (6/3/2023).
Dia menilai harga jual telur dari kandang sebesar Rp 24.500 per kilogram saat ini cukup untuk menutup biaya produksi. Terlebih menurutnya juga tidak ada kenaikan harga pakan.
Baca: Tak Cuma Digoreng, Ini Ide Masak Kreasi Telur untuk Menu Harian yang Bisa Dicoba
Dia menjelaskan, harga pakan jadi yang berisi jagung, konsentrat, dan kandungan vitamin lainnya saat ini seharga Rp 350 ribu per sak (50 kilogram, red).
”Harga pakan tidak naik. Permintaan masih terus ada karena telur kan kebutuhan pokok ya. Jadi masih bagus prospeknya di tahun ini," sambungnya.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



