Kampung Budaya Piji Wetan Kudus Kaji Folklor Belik dan Punden
Vega Ma'arijil Ula
Sabtu, 11 Maret 2023 16:19:47
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Koordintor Kampung Budaya Piji Wetan, Muchammad Zaini menjelaskan keempat folklor tersebut terdiri dari tiga belik dan satu punden.
Tiga belik tersebut yakni Belik Sendang Kamulyan, Belik Ngecis, dan Belik Serut dan Punden Depon. Lokasi empat objek ini berada di Dukuh Piji Wetan, Desa Lau.
”Saat ini menggali foklor terlebih dahulu. Minimal folklor-folklor di Desa Lau kami petakan dahulu," katanya, Sabtu (11/3/2023).
Baca: Catat, Ini Even yang Digelar di Taman Menara Selama Dandangan Kudus
Alasan menggali folklor tersebut untuk mengenalkan ke masyarakat sejarah di balik tiga belik dan satu punden tersebut. ”Supaya tidak ada pertentangan seperti apa sejarah yang sebenarnya," sambungnya.
Menurutnya, folklor harus terus dilestarikan. Pihaknya berkeinginan kajian folklor yang sedang dalam proses penggarapan itu dapat membuat masyarakat merasa memiliki sehingga tidak merusak.
Muchammad Zaini menambahkan, riset sudah dimulai sejak November 2022. Dimulai dari Punden Depok, kemudian berlanjut ke Belik Sendang. Setelahnya berlanjut ke Belik Ngecis dan Belik Serut.
”Kami menggali sejarahnya. Kami dokumentasikan dalam bentuk foto, video, teater, seni rupa, dan seni tari," ujarnya.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



