Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Makam Kiai Telingsing berada di Kelurahan Sunggingan, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus. Makam ini cukup ramai dikunjungi peziarah. Karena Kiai Telingsing dikenal sebagai penyebar Islam bersama Sunan Kudus.

Murianews.com mencoba mengilas balik cerita tentang Kiai Telingsing. Warga Kabupaten Kudus, Jawa Tengah tentunya sudah akrab dengan nama Kiai Telingsing.

Machfud (akrab dipanggil Machfud Sujak, red), juru kunci makam Kiai Telingsing membeberkan cerita tentang Kiai Telingsing. Machfud sudah lebih dari 20 tahun menjadi juru kunci makam.

Dia menjelaskan, nama asli Kiai Telingsing yakni The Ling Sing. Namun, oleh orang Jawa untuk mempermudah dilafalkan maka menjadi Telingsing.

”Bapaknya Kiai Telingsing meminta agar ia menuju ke barat untuk mendapatkan kemuliaan dengan berdakwah. Kemudian tiba di daerah yang saat ini disebut Kudus ini," katanya, Kamis (23/3/2023).

Baca: Menikmati Nasi Jangkrik yang Konon jadi Kesukaan Sunan Kudus

Sampai pada akhirnya, lanjut Machfud, Kiai Telingsing bertemu dengan Sunan Kudus di Desa Nganguk.

”Banyak sumber yang mengatakan, Kiai Telingsing itu ya guru, ya muridnya Sunan Kudus. Kiai Telingsing memiliki ilmu kesakitan, sedangkan Sunan Kudus memiliki ilmu akidah," sambungnya.Dia menjejaskan, suatu hari Sunan Kudus hendak kedatangan tamu dari Kerajaan Demak. Saat itu Kiai Telingsing dimintai untuk membuat kenang-kenangan untuk Raja Demak.”Setelah tahu yang dibuat hanya berupa kendi, Sunan Kudus sempat marah. Kendi tersebut akhirnya dibanting dan di dalam kendi tersebut ada kaligrafi bertuliskan syahadat," terangnya.Baca: Dua Preman Bertato Tukang Palak di Dandangan Kudus Kembali DibekukDari situlah, Sunan Kudus mengerti kesakitan Kiai Telingsing. Akhirnya, keduanya bersama-sama untuk menyebarkan agama Islam di Kabupaten Kudus.”Makam mbah Kiai Telingsing sampai saat ini masih didatangi para peziarah," imbuhnya.https://youtu.be/Z6f2bIy0he8Editor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler